Ibu, Jangan Tinggalkan Kami
"Sinar, ini cucuku, namanya Naura."
"Halo, Naura. Senang berkenalan denganmu," ucapku, mengembangkan senyum.
"Hei." Hanya itu yang keluar dari mulut Naura, dia lalu beralih pada ponselnya.
Naura terlihat tidak bersahabat. Kesannya sombong. Dan, aku tidak mendapatkan kesan baik. Aku mengedarkan pandangan, tidak melihat keluarga Pak Hendi.
Aku duduk di kursi bersebelahan dengan Dipta. "Kau tahu, ibuku menikah dengan Pak Hendi."