O, Yang Mulia!
Sebenarnya, hatinya masih diliputi dengan keraguan dan keputusasaan.
Tiba-tiba, seseorang menepuk pundak sang perwira dan memujinya, "Kerja bagus, Nak. Kau bicara lebih baik dari para pendeta di atas mimbar mereka. Siapa namamu?"
"Sol," jawab sang perwira. Matanya menatap takjub pada orang yang menepuk pundaknya barusan. Orang itu bukan komandannya, tapi orang yang lebih tinggi lagi kedudukannya.