Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat
Memang benar, selama pulang dari luar negeri, dan selama Juli terlihat dekat dengan Suaminya, Lisa beberapa kali melihat Juli datang mengantar makanan dan memberi uang pada Ibu.
"Tapi aku ini istri kamu Mas. Aku lebih butuh perhatian kamu daripada mbak Juli yang bukan siapa-siapa kamu!"
Mata Tomi melotot, menghempas tubuh Lisa ke atas kasur.
"Kalau begitu, detik ini juga kamu aku Talak! Besok pagi, pulang kamu ke rumah orang tuamu! Aku tidak mau lagi kamu menjadi istri ku karena Juli lebih pantas jadi istri aku! Dengar kamu Lisa. Kamu aku Talak!"