When Drama Becomes Reality
Nara menunjuk ke tirai “Apa yang ada di balik itu?”
Maya menelan ludah, mencoba tetap tenang. Namun, suara napas Nara yang berat membuatnya ikut merasa tegang. Dia tahu, ruangan di balik tirai itu jarang digunakan karena sudah lama dikunci.
Dengan langkah ragu, Nara mendekati tirai. Maya mengikutinya dengan enggan, mencoba mencegahnya tetapi terlalu takut untuk berkata-kata. Nara menyibak tirai perlahan. Di belakangnya, tampak sebuah pintu tua yang kusam, dengan gagang berkarat.