Duka Cita
“Aku itu sudah ada di titik jenuh, karena ngerasa hidupku terlalu gampang. Tampangku, lumayan. Nggak jelek-jelak bangetlah, istilahnya. Kalau ngomongin uang, aku nggak kerja aja, tabunganku nambah terus.”
“Pelihara tuyul, kamu, Mas?”
“Huus!” hardik Sandra sambil menepuk punggung tangan putrinya.
Arya tertawa sejenak. “Aku kalau pelihara tuyul, kayanya nggak mau nanggung-nanggung beginilah, Cit. Tapi, ya, itu tadi, aku lagi cari-cari … sebenarnya minatku itu apa.”
Sikat na Kabanata