Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terperangkap Cinta Tuan Muda

Terperangkap Cinta Tuan Muda

“Menurut ibu dan Hanami kau terlalu seksi untukku, Hana. Pakaian yang kau kenakan seperti pakaian bukan gadis baik-baik. Aku sudah berusaha untuk men—” “Maksudmu pakaianku seperti seorang pramuria di rumah-rumah bordil yang murahan?” potong Hanako sarkastis. “Hanako, jangan kasar begitu. Aku tidak—” “Jangan begitu bagaimana? Kau menyinggung harga diriku dan aku benar-benar sangat marah padamu!” Hanako memelototi Yusuke. “Aku sama sekali tidak bermaksud menyinggungmu, Hana. Sumpah. Aku hanya—”
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai toilet bound hanako kun book
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Dokter Dinikahi Direktur Rumah Sakit

Dicampakkan Dokter Dinikahi Direktur Rumah Sakit

Selesai makan, Hana pamit pada Akbar menuju toilet. Hana ke toilet sendirian. Ketika dia keluar dari toilet, seseorang menutup mulutnya dan menariknya sampai pintu tangga darurat. Dia membuka pintu dan mengajak Hana masuk. Baru dia lepaskan tangannya yang menutupi mulut Hana. “Kamu gila ya, Han?” Kening Hana berkerut. Dia tidak terima dengan tuduhan Farhan itu. “Aku gila? Kenapa?”
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai toilet bound hanako kun book
Baca
+Pustaka
Diari Pengantar Jodoh

Diari Pengantar Jodoh

ungkap Hana, mata perempuan itu menyipit menahan tawa. “Eh, kok bisa!” Yori segera bangkit dari tidurnya. Buru-buru Hana pun menahan tarikan selimut yang menutupi tubuhnya agar tidak tersingkap. “Kamu nemu apa?” “Idih! Biasa aja, deh,” sungut Hana membuat Yori malah tersenyum menggoda. “Cepet kasih tahu. Kamu baca halaman berapa?” desak Yori. Bahkan ia lupa sudah menulis apa saja di bukunya.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 783 kali sebagai toilet bound hanako kun book
Baca
+Pustaka
Rahasia di Dalam Toilet

Rahasia di Dalam Toilet

Akhirnya, aku menemukan Yolanda di toilet kecil dan gelap di dekat toko itu. Tangan Yolanda meringkuk di sudut toilet yang gelap. Pakaiannya hancur disobek-sobek. Seluruh tubuhnya gemetar. Dia sesekali mengeluarkan isak tangis kecil. Aku buru-buru berlari menghampirinya. "Yolanda, kenapa kamu?" "Jangan sentuh aku!" Sesaat sebelum aku menyentuh tubuhnya, dia secara refleks mendorong tubuhku, seolah-olah aku adalah orang yang menakutkan.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai toilet bound hanako kun book
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

kataku, menanggapi jokes Laura. Laura tertawa pelan, raut wajahnya mulai kembali normal tidak sesuram tadi, tidak semurung tadi ketika di toilet—apa karena bau toilet mempengaruhi gadis kebule-bulean di sampingku ini, ya. Sepertinya bercanda seperti tadi membuat perasaan anak itu sedikit membaik, dari pada hanya diam dan menduduk saja, rasanya leherku yang malah merasakan pegal, Laura tidak sama sekali keberatan. Sebuah buku bersampul seperti wahana bianglala, tapi yang ini hanya lingkaran yang digabung dengan segitiga sebagai kakinya, ada empat bentuk seperti itu dengan seorang gambar pria mengitari setiap bentuk, sampulnya berwarna kuning dengan judul berbahasa Inggris yang tidak bisa kuin
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai toilet bound hanako kun book
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Sang Tuan Muda

Terjerat Cinta Sang Tuan Muda

Ia duduk ditepi ranjang yang tidak terlalu besar itu dan sengaja menghentak-hentakkan pantatnya. "Empuk sekali." Azka tersenyum sendiri, namun tiba-tiba matanya menangkap sesuatu dibawah bantal Hanz, ia segera mengambilnya. "Hanz ternyata mempunyai buku diary juga." Ucap Azka terkekeh. Rasa penasarannya seketika muncul, ingin mengetahui isi buku itu, ia menoleh ke arah dapur memastikan Hanz belum kembali. Ia segera membuka buku itu, dan menemukan sebuah tulisan.
1040.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai toilet bound hanako kun book
Baca
+Pustaka
Pengganti Yang Lebih Baik

Pengganti Yang Lebih Baik

jawab Hana. Hana pun menarik diri, kemudian berjalan ke arah toilet untuk membersihkan bajunya. Kemeja putih yang dia kenakan sudah berubah menjadi coklat karena minuman pemuda tadi. Di depan cermin di toilet Hana melihat pantulan dirinya yang berantakan. “Masyaallah, bajuku jadi begini,” keluhnya.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai toilet bound hanako kun book
Baca
+Pustaka
Cinta Gadis tak Bernasab

Cinta Gadis tak Bernasab

“Gantian.” Galuh dan Nabila menuju ke toilet bagian wanita. Hanan yang juga tidak tahan dengan panggilan alam, ijin ke toilet duluan. Alfa mengangguk. Dia mencari tempat duduk yang cukup dekat dengan lokasi toilet. Lima menit kemudian, Hanan keluar dari toilet dengan wajah yang terlihat lega. “Mau ke toilet gak?” “Iya.”
9.835.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai toilet bound hanako kun book
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status