Di Antara Dua (Istri)
"Kau sungguh memukulku dengan kalimat-kalimatmu."
"Mohon maaf," jawabku sambil tersenyum, di bawah pohon rindang itu ibu mertua dan Sofia terus menyendiriku tapi aku mengabaikan mereka, entah apa yang mereka katakan karena aku hanya menganggapnya seperti radio rusak saja.
"Ayo Nabil, janganlah kau berdiri di dekatnya karena kau akan terkontaminasi," ucap ibu mertua.
"Ucapan yang keluar dari bibir harusnya bukan ucapan yang mengandung racun, tapi sayangnya, aku tidak sadar selama ini sudah berada di circle orang-orang toxic."