Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dilema

Dilema

Thania~ ***
106.5K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as tragédia
Read
+Library
Revenge

Revenge

"Oh ... wanita kesayangan suamiku mencoba kabur rupanya." Tania muncul diantara anak buah Dirga, ditangannya memegang sesuatu. "Gendis, kamu turun, atau kuledakkan kepalamu," pekik Tania. "Aku lebih baik mati daripada harus kembali." Dorr ....!! Bersamaan dengan suara letusan, Gendis menjatuhkan dirinya keluar pagar, dengan melilitkan kain di kedua tangannya. Bukk ....!!
108.6K viewsCompletedAdded to Library 302 Times as tragédia
Read
+Library
METAMORFOSA

METAMORFOSA

Wanita yang tengah menjerit kencang itu adalah Shelka. Dia, Shelka Amanda Pradipta. Wanita yang memiliki obsessi besar untuk mendekati seorang Matheo Demonte Azekiel. "Sumpah demi apa, tadi Matheo? Matheo kakaknya Clarisa itu, kan?” Shelka tengah menepuk-nepuk pipinya sendiri. Ia merasa seperti habis bertemu Dewa Yunani yang tampannya tiada tara itu. Tanpa Shelka sadari, ia sudah terlalu lama berada di toilet. Alasan ke toilet sebetulnya untuk mencuci muka agar segar.
1017.9K viewsCompletedAdded to Library 644 Times as tragédia
Read
+Library
Tragedy of Love indonesia Version

Tragedy of Love indonesia Version

Kejadian-kejadian yang telah lalu lengkap dengan teriakan-teriakan silih berganti menyapa kepalaku. Semua gelap, tidak ada cahaya yang kulihat dan tubuh ini begitu lemas bagai tanpa tulang. Aku ambruk, kalah pada bayangan yang tidak mau pergi dari hidupku dan terus mendera. Bendera putih terkibar tinggi menandakan jika aku sungguh tidak mampu lagi untuk menahan semuanya. Ini menyakitkan dan bisa membuatku gila dalam sekejap.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as tragédia
Read
+Library
Kecelakaan dan Penyesalan

Kecelakaan dan Penyesalan

"Kamu juga kok mudah dibohongi? Kalau kecelakaannya benar separah itu, orang sepicik dia sudah menarik Vira jadi tameng duluan. Mana mungkin Vira masih baik-baik saja berdiri di sini." Chardion juga datang mendekati dan menghibur Ibu, "Ya betul, Tante. Orang seperti Esmerina itu hidupnya keras. Mana gampang mati. Dia nggak mencelakai orang lain saja sudah bagus." Sambil mengunyah jeruk, Kakak menjawab asal-asalan, "Bukankah lebih baik kalau si menyebalkan itu mati? Apa yang perlu dikhawatirkan?"
51.2K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as tragédia
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status