TWELVE
Evia Nuraviantitiba tiba terbangun dan jantung berdebartelinga seperti ada suara angindetak jantung seperti tersentakkenapa telinga berdetak seperti jantung
Tanya Ismi terdengar mengunyah sesuatu, pasti dia sudah melahap semangkuk bakso yang tadi di pesannya di bi kantin.
“Sudah, cie kangen sama Azka ya. ”Ledekku tanpa menatapnya, mata dan fikiranku terfokus pada layar laptop. Menyalesaikan tugas untuk minggu depan sebelum ada lagi tugas dari para dosen dan hari ini aku harus memenuhi tanggung jawab menjadi asisiten Reiki. Semenjak memecahkan kameranya, aku lebih banyak menghabiskan waktu menjadi asistennya.
人気のチャプター