Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan
Setelah habiskan biji kuaci terakhir, Puspa tepuk tangannya, berdiri, lalu miringkan kepala, menatap Wulan lewati tubuh Saras.
“Istirahat yang tenang. Besok aku akan datang lagi.”
Lalu ia berbalik, menoleh ke Tania yang sejak tadi diam.
“Ayo, temani aku belanja. Aku ingin beli beberapa pasang sepatu hak tinggi.”
Tania hanya bisa terdiam.
Dia benar-benar tahu di mana letak luka seseorang dan tekan tepat di titik itu.
Namun, meskipun begitu, Tania nggak merasa kasihan ke Wulan. Semua ini adalah hasil perbuatannya sendiri. Bisa hidup saja sudah merupakan kemurahan dari langit.
Capítulos em Alta