Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik
“Senyum menjijikkan di wajahmu itu adalah buktinya!”
Pria itu tertawa lepas, suaranya bergema di antara pohon-pohon bambu, seolah-olah hutan bambu itu sendiri ikut dalam tawanya. "Ah, Luci," katanya, senyumnya melebar, "sudah berabad-abad kita saling mengenal, dan kau selalu dapat melihat topengku." Suaranya mengalun, penuh dengan nada gurau yang menyiratkan pertemanan dan persaingan yang telah terjalin selama jutaan tahun lamanya.
Luci mengerutkan kening, suaranya meneteskan rasa tidak puas yang mendalam. "Jadi, berhasilkah kau mengecoh Pak Tua itu, Loki?" tanyanya, nada suaranya seakan memotong udara.
Hot Chapters