Jerat Cinta CEO Mesum
“Aku baru sembilan belas tahun, nanti saja menikahnya kalau udah dua puluh lima tahun.”
“Gilang keburu tua, Nay,” sahut Bunda Maya dengan pelan karena khawatir calon menantunya mendengar.
“Nanti aku cari yang seumuran denganku. Yang tua buang aja ke laut.” Naya terkekeh sambil memakai bajunya kembali.
“Yakin?” tanya sang bunda dengan nada mengejek putri satu-satunya.
“Udah ah, aku mau mandi dulu.” Naya segera mengambil baju ganti, lalu pergi keluar kamarnya menuju kamar mandi yang ada dekat dapur.