MELEPAS BENALU
Mamah menatap lekat manik Naura.
"Betah ... banyak teman," sahutnya.
"Siapa saja temannya?"
"Ada Oma, Ayah, Tante Sekar dan Om," ucapnya sambil menghitung dengan jari.
"Mamah sibuk kerja terus, tidak ada waktu main untuk Naura," sambung Naura.
Aku dan Mamah saling berpandangan. Ada gurat kecemasan diwajah Mamah.
"Sini sayang duduk ..." Mamah menarik tubuh Naura dan mendudukinya diatas sofa tepat disebelahnya.
Hot Chapters