Mencintai Seorang Climber
“Ya begitulah, tapi aku lebih suka menyebutnya warung, supaya kesannya lebih merakyat. Nah, Abang bisa datang ya, ke acara itu?”
“In Syaa Allah. Jam berapa?”
“Acaranya dimulai jam sebelas siang, lalu kita potong tumpeng, makan siang bareng. Undangannya cuma keluarga, tetangga, beberapa orang teman kuliahku. Syukuran kecil-kecilan aja kok.”
“Rumah makan dengan menu apa, nih?”
“Menu Indonesia, seperti sate, soto, gado-gado, mi, nasi goreng, ayam goreng, bubur ayam juga ada….”
Sikat na Kabanata