Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Blue Eyes

The Blue Eyes

TBE 22 Acara makan siang berlangsung dalam diam. Pikiran yang penuh membuatku kehilangan selera dan hanya mengaduk-aduk nasi dan lauk pauk. Sekali-sekali napas panjang kuhela dan diembuskan perlahan, berharap hal itu bisa mengangkat beban berat di pundak sekaligus menenangkan hati.
95.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai undangan makan siang
Baca
+Pustaka
Mirror : Death Note

Mirror : Death Note

Rasanya perutku sudah mulai keroncongan. "Ros, mau nitip makan nggak? Jangan banyak gerak dulu deh lo, " Kata Indi. Aku pun menatap jam di pergelangan tangan. Rupanya ini sudah jam makan siang. Beberapa teman di ruangan ini juga mulai beranjak satu persatu dari meja mereka untuk mengisi perut dengan asupan bergizi tentunya. Walau ini bukan pekerjaan berat, tapi aku akui, sangat menyita pikiran dan membuat perut mudah lapar. "Eum, nggak usah. Nanti gue pesan gofood aja. Kalian makan dulu sana. "
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 362 kali sebagai undangan makan siang
Baca
+Pustaka
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

Tugasku memandu acara dan memperkenalkan beberapa pembicara. "Kapan waktu makannya?" tanyaku pada Pak Johan, karena sudah jam satu tiga puluh aku belum makan siang. "Kan sudah di situ semua, Butet, acara makan hanya camilan, makanan lain pakai nasi kotak untuk dibawa pulang," kata Johan. "Waduh, bisa kelaparan ini," "Belum makan siang kau?" "Belum sarapan juga," "Astaghfirullah, ayo makan," ajak Johan kemudian.
1080.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai undangan makan siang
Baca
+Pustaka
Rupanya Aku Istri Kedua

Rupanya Aku Istri Kedua

Rajendra menggandeng Yudith untuk keluar ruangan. “Boleh, aku memang enggak begitu lapar, tapi ingin ngemil saja. Kamu pasti kan yang belum makan?” Yudith melayangkan pertanyaan yang sama. Rajendra mengangguk. “Iya, enggak sempat. Meeting alot, hampir semua melewatkan makan siang. Jangan cemas, memang mereka yang menolak makan siang agar lekas selesai sama-sama dan bisa pulang cepat.”
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai undangan makan siang
Baca
+Pustaka
UNREQUITED LOVE (INDONESIA)

UNREQUITED LOVE (INDONESIA)

Rania sendiri bingung undangan kali ini dalam rangka apa, bukankah di masa pandemi ini belum boleh berkumpul, tapi sudah lah, perduli apa yang penting Rania menulis undangan. Ia perintahkan beberapa pembantu nya berkemas. Acara akan di gelar pukul 12.00 di sesuaikan dengan jam makan siang. Rania memesan paket makan siang terbaik di Banjarmasin. Ruang keluarga ia rubah menjadi ruang jamuan hidangan. Ada meja oval yang di isi aneka masakan. Ada nasi goreng hongkong, ayam goreng Belanda, cap jay spesial, ikan patin bakar, sayur santan. Ada juga aneka kue tradisional berjajar rapi. Es buah dan es degan menemani aneka buah-buahan yang telah di pesan.
108.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai undangan makan siang
Baca
+Pustaka
NYONYA MUDA, TUAN INGIN ANDA KEMBALI!

NYONYA MUDA, TUAN INGIN ANDA KEMBALI!

gumamnya lemah. Regan melangkah masuk dengan sikap penuh percaya diri. Pria seumuran dirinya itu membawa tablet di tangannya. Senyum kecil tersungging di bibirnya. “Bos, ada undangan makan siang dari Pak Prabu. Beliau ingin membahas kerja sama lebih lanjut,” ujarnya begitu duduk di hadapan Pram.
1066.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai undangan makan siang
Baca
+Pustaka
Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai

Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai

“Jadi ... bisakah kita lanjutkan, apa yang sebenarnya terjadi? Jangan ada lagi yang ditutupi karena saya butuh tahu, sebelum saya benar-benar menandatangani kontrak dengan Harold.” Acara makan siang itu diatur di sebuah restoran semi-terbuka di tengah kota. Meja bundar dengan hidangan seafood hangat jadi pusat perhatian, tapi pembicaraan yang mengalir jauh lebih santai dibanding pertemuan sebelumnya.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai undangan makan siang
Baca
+Pustaka
Pembalasan Berkelas Istri Tak Sempurna

Pembalasan Berkelas Istri Tak Sempurna

Dia menarik kursi kemudian duduk menghadap meja makan. Keduanya makan siang dengan lahap. Hanum baru menyadari jika ia memang merasa sangat lapar. Di acara akad Mila hanya disediakan sop ayam dan soto. Hanum hanya memilih soto, itu pun porsinya tidak banyak. Tak heran jika akhirnya ia kelaparan.
7.880.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai undangan makan siang
Baca
+Pustaka
Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin

Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin

“Ke mana, Pak?” “Makan.” “Itu tidak perlu—” “Itu perintah.” Tidak ada ruang untuk membantah. Mereka makan siang di restoran kecil dekat gedung. Tidak mewah. Tidak ramai. Arka duduk di seberangnya, membuka ponsel, tapi sesekali matanya terangkat ke arah Nadira, memastikan ia benar-benar makan. Ini tidak profesional, pikirnya.
825 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai undangan makan siang
Baca
+Pustaka
Malaikat Juga Tahu (Cinta Andini)

Malaikat Juga Tahu (Cinta Andini)

Sahut Dini. "Oh," jawab Bagas singkat. Ia menghabiskan martabak di tangannya, kemudian mengulangi apa saja yang telah disepakati dengan orang tua Dini lagi. Mulai dari jumlah undangan serta gedung mana yang akan disewa untuk acara resepsi. Mereka berbincang sampai jam delapan malam, kemudian Bagas pamit pulang. *** Aditya Makan siang di nasi padang sebelah yuk.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai undangan makan siang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status