Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Exit

Exit

Aku dan April sudah di ambang pintu. “Nah. Semoga kalian nggak tersisihkan olehku. Cemungut kawan-kawan. April pamit undur diri.” April sedikit menyombongkan diri, sembari mengangkat telapak tangan. Isyarat untuk Laura yang berada di lorong depan perpustakaan sana, juga dadah dadah untuk empat anak tadi.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as upended
Read
+Library
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

33 INGIN MEMULAI HIDUP BARU Om Hendro dan tante Ajeng sepertinya masih keberatan, tapi akhirnya mereka setuju juga. Aku memasukkan bajuku ke dalam koper. “Lo pergi karena patah hati?” “Ren, lo pernah nanya pertanyaan yang sama juga kan dulu. Kenapa harus diulang lagi, sih? Gw bosan menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban yang sama juga. Sebagai mantan teman kerja dan senior, seharusnya lo ngedukung gw.”
8.1K viewsCompletedAdded to Library 299 Times as upended
Read
+Library
UNPLACED

UNPLACED

“Belum, Teh. Nanti akan ada karantina terus preliminary buat menjaring siapa-siapa yang masuk 10 besar. Nanti diumumkan di panggung. Selebihnya unplaced, deh.” “Unplaced?” Vika tidak benar-benar bertanya, tetapi ingin memastikan saja. Pasalnya, jika diartikan secara harafiah, kata itu berarti tidak ada tempatnya. “Ya, artinya mereka nggak kepilih. Cuma tepuk tangan doang di belakang.” Nah, berarti artinya sesuai yang seperti Vika pikirkan. “Kalau mau menang, harus apa atuh?”
102.9K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as upended
Read
+Library
Hold off

Hold off

"Tapi gue engga ngapa-ngapapin! Kita bisa preskon atau klarifikasi." "Enggak semudah itu. Pasti ada pro kontra. Walau udah klarifikasi kontrak enggak bisa balik." "Gue enggak peduli kontrak balik apa enggak. Yang penting nama gue kembali bersih." Hansol melipat bibir, dia menghembuskan nafas panjang sambil menggeleng. "Perusahaan sudah mengambil keputusan." "Apa?" "Lo di nonaktifkan sementara dari dunia entertaiment."
4.0K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as upended
Read
+Library
Reuni

Reuni

, Ucap Mahira pahit dengan berlinangan air mata. Meskipun demikian dia masih belum menyerah, sekali lagi dia menekan tombol berbentuk telepon di ponselnya berharap kali ini Dimas bersedia menerima panggilannya. "Berdering..tersambung...ayo angkat...ku mohon angkat....please....", Ucap Mahira penuh harap, namun lagi-lagi Dimas tidak bersedia mengangkat teleponnya. Dan bahkan dipanggilan terakhirnya nomor Dimas sudah tidak aktif lagi.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as upended
Read
+Library
PENYESALAN

PENYESALAN

Uhuk-uhuk] [Waalaikum salam, mas kamu kenapa? Mas, apa kamu baik-baik saja] Dari seberang telepon kudengar suara Nadia dengan nada khawatir. [Nadia tolong ... Uhuk-uhuk ...] Belum sampai aku tuntas bicara, tiba-tiba ponsel itu mati dengan sendirinya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, mobil itu luruh, terjun ke bawah beserta tergulingnya dahan pohon yang besar.
9.7228.5K viewsCompletedAdded to Library 8.9K Times as upended
Read
+Library
U

U

ucap Ari ketus. Bima melepaskan genggaman tangan Yura dan menghempaskannya, hingga Yura jatuh terduduk. Kini Bima mulai beralih kepada Ari yang sudah melepaskan tarikan dirambut Bima. "Oh... kamu mau aku bikin babak belur juga seperti temanmu itu?" Bima berucap dengan intonasi keras dan sudah sangat siap memukul Ari.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as upended
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status