Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
REUNI

REUNI

Aku up Reuni lagi, yak! Jangan lelah menunggu pokoknya, bakar aja kalau mau cepet update. Pembaca senang, penulis pun riang. Wkwk. Happy reading jangan lupa vote, Gaes. ᕙ( ͡◉ ͜ ʖ ͡◉)ᕗ "Gue minta maaf buat malam itu. Gue hampir ngenalin lo, tapi lo keburu pergi."
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai upended
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Baca Semua Ulasan
BROKEN

BROKEN

Musik rock menyala di ponsel Devada. Perempuan transgender tersebut menilik sebuah nama pada layar panggilan. Mark Paulus—polisi yang membuat janji temu tak henti-hentinya membuat gangguan. Me-reject adalah pilihan yang tepat, sebagai ganti untuk membungkam ponselnya yang berisik, chat pribadi dipilih sebagai alternativ. “Jangan takut aku tidak akan datang, sebentar lagi kau boleh menjemputku! Saat ini aku sedang bersiap-siap.” Klik send, centang dua berubah biru dengan cepat.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai upended
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

imbuhnya dan tertawa senang. “Aku harap video tersebut benar-benar tidak bisa dilacak pengirimnya, Dee,” Helena membatin sambil menatap Diandra yang masih tersenyum senang. *** Bola mata Felix seketika membesar saat mendengar pemberitahuan Hans yang tak pernah terpikir olehnya. Setelah Hans datang dan menginterupsi keinginannya untuk beristirahat lebih awal dari biasanya, kini sahabatnya tersebut juga mengatakan hal yang senantiasa sangat membuatnya terkejut. Ia menatap intens sekaligus mengamati dengan jelas ekspresi wajah laki-laki di hadapannya, guna mencari gurat bercanda. Namun sayangnya, hal yang dicarinya tak kunjung ia temukan. Wajah Hans kini terlihat sangat frustrasi sekaligus meme
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 875 kali sebagai upended
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

tanya Speranza. Caiden mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia melepaskan cengkramannya dari dagu Speranza. "TIDAK AKAN PERNAH!!" bentak Caiden membuat Speranza memejamkan matanya. Speranza berdiri menghadap Caiden. "Kalau begitu bersiaplah menerima perubahan karena dunia penuh dengan perubahan," kata Speranza dan berjalan menuju kamarnya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai upended
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai upended
Baca
+Pustaka
Undefined Hurt

Undefined Hurt

“Kemarin aku titipin surat izin ke kamu, kan?” “Ya,” jawab Astri sesingkat-singkatnya. “Lalu, kenapa bu Sandra bilang suratnya gak nyampai ke tangan dia?” “Lupa.” Kia membelalakkan matanya ketika mendengar jawaban Astri. Astri sudah hampir membuatnya alpa, dan dengan mudahnya ia mengatakan bahwa ia lupa memberikan surat itu kepada bu Sandra? “Astri, kamu jangan bilang lupa gitu dong. Ini menyangkut absen aku dan efek paling fatalnya ialah bisa menyangkut beasiswa aku.”
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai upended
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

Bersambung . Ngantuk Besti
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 662 kali sebagai upended
Baca
+Pustaka
Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Aku menoleh, ternyata hanya pelayan yang pulang. Harapan terakhirku pun lenyap, mereka tidak kembali. Pelayan itu terkejut saat melihat tubuhku yang tergeletak di meja dengan foto pemakaman berdiri di sampingnya. Perlahan pelayan itu mendekatiku dan mengulurkan jarinya ke hidungku, setelah memastikan aku tidak bernapas lagi, wajahnya pucat dan dia pun menjerit. Dia mengambil ponselnya dan dengan suara gemetar, dia menelepon seseorang, suaranya menunjukkan betapa panik dirinya.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai upended
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status