ISTRI SEMPURNAKU
Bu Tyas menggunakan minyak urut kemasan untuk melincikan kakiku saat diurut.
"Apakah sakit, Nak Nurul?" tanyanya.
"Cuma sedikit, Bu," balasku.
"Kalau sakit, gapapa berteriak. Supaya lidahmu kembali terbiasa bicara dengan volume tinggi," kekehnya.
Suaraku memang pelan karena lidah masih merasa janggal. Perlahan aku mulai merasa sakit dengan gerakan tangan Bu Tyas.
"Udah dulu, Bu. Sakit," ujarku.
Bab Populer