TERPIKAT CINTA PLAYBOY
“Sabar Kak, ini lagi pilih-pilih.“ Zana berkilah. Ia mengambil cushion yang tadi dipilihnya.
“Beli yang lain sekalian, ketemu saya gak boleh pucat kayak mayat hidup kamu,“ Biya mengomel.
“Astaga, maafkan hamba mu ini Tuhan!“ Adya mengelus dadanya kesal.
“Dek, beli ini sekalian. Bagus tahu, mumpung ada yang bayarin,“ bisik pegawai toko tersebut memprovokasi Adya.
“Saya gak bisa pakai itu Mbak, yang lain saja,“ tolak Adya.
“Ya udah, remover ini bagus buat bersihin make-up. Kamu butuh lho,“ tawarnya lagi.
“Nah, kalau ini saya butuh. Ambilkan dua Mbak, sama cushion nya sekalian yang isi ulang,“ kata Adya sambil mencoba lipstik.
Adya berlari kecil menghampiri Biya yang tengah sibuk dengan ponseln
Capítulos em Alta