Susahnya Jadi Mas Joko
“Aku dan Mas Tentara ngobrol panjang lebar tentang banyak hal, salah satunya ya tentang masa depan. Dia dengan gambaran karirnya sebagai insan militer, dan aku dengan gambaranku sebagai bidan. Kami asyik berbincang sambil berpegangan tangan, sambil sedikit-sedikit peluk, colek, dan cubit mesra begitu.”
“Nah, kemudian, datanglah dua sejoli yang kelihatannya juga mau memadu kasih di kafe yang kami tongkrongi ini. Sepasang kekasih itu duduk tidak jauh dari set meja yang kami tempati. Suasana yang remang-remang di kafe ini membuat aku tidak bisa melihat jelas pada wajah kedua pasangan itu.”
Sikat na Kabanata