Mandat Langit
Aku menulis satu karakter, 静 .
*Tenang.
Lalu tanpa sadar, kuasku membentuk karakter, 安 .
*Selamat/aman.
Baru ketika tinta hampir kering aku tersadar. Aku menutup buku itu cepat, mematikan dorongan untuk merobeknya. Di istana, robekan pun bisa dibaca sebagai jejak.
Aku berbaring, memunggungi pelita, mencoba tidur. Namun beberapa waktu kemudian, entah sudah berapa lama aku memejamkan mata, aku mendengar suara halus.
Hot Chapters