Buncitnya Jenazah Kakakku
Namun, Bryan hanya menatap ayahnya dengan sorot mata mata memerah.
"Aku kecewa denganmu, Pah. Aku pikir, Anda pria yang baik. Datang ke kehidupan kami layaknya malaikat, tapi ternyata di balik wajah malaikat itu tersembunyi iblis yang jahat," ucap Bryan penuh penekanan. "Tega sekali Anda kepada Naila!" Bryan mencengkram kerah baju Pak Burhan. Namun, segera ditahan oleh teman-teman kepolisian yang lainnya.
"Kita naik ke speet boot," Zhafran berenang sambil memelukku menuju ke speet boot yang jaraknya sekitar lima meter.