Dosenku Mantan Suamiku
tanya Luna heran, matanya mengitari ruangan yang terlihat lebih luas dibandingkan ruangan dosen pada umumnya.
"Privilege," jawab Ardan santai sambil melonggarkan dasinya. "Duduk," tambahnya sambil menunjuk kursi di depan meja kerjanya.
Luna menurut, segera duduk dan tanpa basa-basi meletakkan kartu ATM berwarna hitam di atas meja. "Lunas. Aku udah nggak berhutang apa-apa ke kamu. Soal uang yang kamu sumbangkan untuk membangun panti, anggap aja sedekah," ucapnya ketus, suaranya penuh penekanan.