GAIRAH MASA LAJANG
Aku merapatkan duduk, aku meraih lembut kepala Dola agar bersandar di pundak ku, setelah itu dengan lembut pula aku membelai-belai rambut panjang indah tergerai milik Guru cantik itu.
“Tante, nggak ada yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak. Walaupun kenyataannya sekarang aku adalah murid Tante, tapi bukan berarti apa yang Tante angan-angan itu takan mungkin kesampaian. Jika udah jodoh, kita pasti akan dipersatukan suatu hari nanti. Namun saat ini tentunya aku belum berfikir sejauh itu, karena aku sendiri masih sekolah. Aku masih duduk di kelas 2 dan belum tamat dari SMEA,” tutur ku sembari terus membelai rambut indah milik Guru ku itu, Dola pun nampak nyaman dengan perlakuan ku itu, hing