Nasi Bungkus untuk Laila
Laila menganggap Abizar berpura-pura, karena ia ingin merahasiakan hal itu.
Laila tak bertanya lagi, ia lebih memilih mendo'akan orang misterius tersebut, agar hidupnya penuh cahaya kebahagiaan. Ia laksana malaikat penolong ditengah segala keluh kesahnya.
* * *
[Ka, segera telpon! Ibu mau bicara]
Rosma mengirimi Laila pesan. Namun, ia tak segera menelpon Rosma, karena pulsanya tak mencukupi. Ponselnya hanya bisa mengirim SMS saja, karena gratis.
Hot Chapters