AMALIA, Kesetiaanku Diragukan
Mahesa segera beranjak meninggalkan ruang tamu, tanpa menunggu tanggapan dari Wafa maupun Kanzu lagi selaku tuan rumah.
Begitu terdengar suara mobil berlalu, Wafa menghembuskan napas beratnya secara berlahan. "Aku malu denganmu, Mas. Sebenarnya aku mau menggunakan uang di ATM yang kasih kemarin. Cuma aku tak tahu nomer pinnya berapa. Itu juga, yang menjadi alasanku tadi menyusul Mas Kanzu di kantor Albanna. Eh, sekalinya Mas malah ingin ikut kemari."