Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
Kinanti menghela napas sambil mencoba bicara jujur, “Ya, dia tampan, baik, ramah… dan banyak hal baik lainnya. Tapi entah kenapa, Sari nggak pernah memikirkan ke arah itu. Hubungan Sari sama dia betul-betul platonik.”
“Alhamdulillah, ya Allah…” Panca mendongak sejenak, pura-pura khusyuk. “Akang tuh suka sama Sari dari dulu. Coba kalau hubungan kalian nggak platonik… duh, Akang pasti sudah gigit jari.”
Kinanti langsung tertawa lepas. Tanpa sadar, tangannya menepuk punggung tangan Panca.
“Eit… sabar, Nona,” kata Panca cepat-cepat, sambil pura-pura menegur. “Tunggulah sampai akad kita sah dulu, baru boleh begitu, haha.”
Hot Chapters