Menaklukkan Duda Dingin
“Ya. Aku baru sadar bahwa itu bukanlah cinta. Aku sudah terlalu lama tidak berhubungan dengan wanita. Mungkin karena itulah, otakku salah mengartikan keberadaanmu.”
Mendengar pengakuan itu, hati Amber retak seribu. Sedikit sentilan saja, ia pasti hancur tak berbentuk. Sebelum itu terjadi, ia harus menguatkan diri. Sambil menggigit bibir, wanita itu mengangguk-angguk. “Baiklah, aku mengerti. Terima kasih atas kejujuranmu, Tuan Smith. Mulai sekarang, kita tidak lebih dari seorang guru dan murid. Hubungan kita hanya terbatas pada desain dan perhiasan.”
Masih dengan ekspresi yang sama, sang pria berkedip. “Ya. Itu jauh lebih baik.”
Bab Populer