Janda Laila
Bi Inah sedang beres-beres di dapur.
“Mau makan, Non? Masakannya sudah siap?” Bi Inah menawarkan, ketika aku berdiri di dekat meja makan.
“Enggak, Bi. Saya mau keluar sama Mas Damar.”
“Oh, iya, Non.” Aku beranjak ke ruang tamu, menunggu Damar di sana.
Handphone berdering, Nafisa.
Senyumku merekah saat melihat nama yang tertera di layar ponsel.
ตอนยอดนิยม