Adinda
pinta Giyo pada Dinda yang tampak masih marah dengan kekasihnya tersebut.
“Hmm,” sahut Dinda singkat.
“Sayang, plaese udahan, ya, marahnya, nanti aku jadi enggak fokus kalau kamu masih cemberut.”
“IH! Sana, enggak usah dekat-dekat, Dinda ada di sini juga karena Manda yang jemput, ‘kok.”
“Sayang, iya, iya aku mengaku salah. Dan janji enggak akan ulangi lagi.”
Bab Populer