Dosa dalam Cinta
Dalam detik-detik yang membeku itu, dunia seolah menahan napas, udara terasa menekan seperti dinding yang mendekat, menunggu jawabannya, menunggu keputusan yang akan mengubah segalanya…
Tanpa peringatan, angin menghantam dengan kekuatan menghancurkan, menerbangkan dedaunan, menciptakan pusaran debu dan bara. Dari balik kabut merah yang membara, muncul bayangan lain—Rangga. Wajahnya setengah terbakar, dagingnya hangus, matanya menyala merah seperti bara hidup, dan di dahinya, terukir simbol yang sama dengan di tangan anak itu. Suaranya serak, penuh dendam, menghantam udara seperti cambuk petir, “Satrio… kau tak bisa lari… pengorbanan sudah ditulis… dan darahmu… akan menjadi bahan bakar api ab
Hot Chapters