Dalam cerita 'Beauty and the Beast', latar belakang Beast (atau Buruk Rupa dalam beberapa versi) selalu menarik untuk digali. Aku ingat pertama kali membaca versi dongeng aslinya—Begitu berbeda dari adaptasi Disney! Konon, pangeran sombong itu dikutuk oleh penyihir yang menyamar sebagai pengemis tua. Dia menolak memberinya perlindungan karena rupanya yang compang-camping, dan sebagai hukuman atas ketidakpeduliannya, si penyihir mengubahnya menjadi monster.
Yang bikin menarik, banyak adaptasi modern menambahkan lapisan konflik. Misalnya, di 'Once Upon a Time', kutukan itu terkait dengan tema lebih besar tentang harga kesombongan. Mirip dengan cara Maleficent mengutuk Aurora, tapi dengan moral yang lebih jelas: penampilan bisa menipu, dan kebaikan harus datang dari hati.