Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dear, Pak Dokter

Dear, Pak Dokter

Tangan-tangan mungil itu terlihat sibuk mencorat-coret berbagai warna krayon pada buku gambarnya. Reanna tersenyum mengamati sebuah gambar pemandangan setengah jadi itu. Kia memang suka menggambar, ia seringkali menuangkan apa pun yang dilihatnya ke dalam coretan. Dan Reanna kagum akan hal itu. karena, yah ... sejujurnya ia sangat payah dalam menggambar. Seingatnya, ia hanya bisa menggambar matahari terbit yang diapit dua gunung kembar saat masih kecil.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 690 kali sebagai yang menggambar
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

“Iya. Pohon yang cuma berdiri. Nggak ngomong.” Anggi tertawa. “Akhirnya peran yang sesuai ambisimu untuk istirahat.” Sementara itu, Anggi sendiri mulai melakukan sesuatu yang lama ia tunda: melukis lagi. Bukan gambar kota atau jembatan, tapi warna-warna abstrak yang tidak perlu dijelaskan. Kadang ia melukis malam-malam saat rumah sudah sunyi. Rendra pernah berdiri di belakangnya dan bertanya, “Ini gambar apa?”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai yang menggambar
Baca
+Pustaka
YANG TAK KASAT MATA

YANG TAK KASAT MATA

Namun, Dara tiba-tiba mengangkat wajahnya. “Cuma itu komentarmu?” Tidak ada senyum lagi di wajah Dara. Leo terlihat bingung. “Coba kamu lihat fotomu. Semua posenya bagus, tidak ada yang buram.” Dara menunjuk-nunjuk foto di tangan Gio. “Gambar itu tak jadi soal. Aku cuma perlu ini.” Leo mengusap-usap tulisan Dara di balik fotonya sambil tersenyum.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai yang menggambar
Baca
+Pustaka
JANIN YANG KAU SURUH GUGURKAN

JANIN YANG KAU SURUH GUGURKAN

JANIN YANG KAU SURUH GUGURKAN Bab 2 Aku terduduk di kursi meja makan sambil menahan lapar. Ku kira, ibu tidak seperti cerita cerita yang sering ku baca di novel novel online. Ternyata, kelakuan ibu lebih dari itu. Tiba tiba ibu datang membawa bahan masakan. Ibu mengeluarkan satu persatu dari kantung kresek hitam itu. Ada daging ayam, kol, wortel, dan beberapa sayur untuk lalapan lainnya.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai yang menggambar
Baca
+Pustaka
Fall In Love | Dua Arah Hati

Fall In Love | Dua Arah Hati

Lomba ini emang bisa diikutin individu, tapi rata-rata peserta ikut berkelompok biar kerjanya lebih efisien. Maya langsung angkat tangan pas gue coba ajak dia. "Lis, lo tau kan gue nggak ada bakat gambar sama sekali. Mending gue jadi supporter aja," katanya sambil cengengesan. Gue cuma ngelirik dia. "Lo bantuin gue nyampurin cat aja, May. Nggak perlu jago gambar."
637 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai yang menggambar
Baca
+Pustaka
Gairah Berkuasa : Mempelai Wanita Tuan Tremont yang Berharga

Gairah Berkuasa : Mempelai Wanita Tuan Tremont yang Berharga

“Nona cantik, apakah kau tahu cara menggambar matahari?” Arianne mengangguk. “Yup, aku tahu cara menggambar semuanya. Aku dulu suka menggambar. Bukan hanya matahari, tapi aku bahkan bisa menggambarmu. Kemarilah, aku akan mengajarimu bagaimana cara melakukannya." Naya bertanya, “Ari, kau dulu menggambar? Mengapa kau berpikir untuk membuka toko makanan manis? Kau pasti masih suka menggambar, kan?”
9.71.8M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41.3K kali sebagai yang menggambar
Tampilkan Ulasan (279)
Baca
+Pustaka
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Nurma Asriii
aku sudah menyelesaikan cerita ini sampai akhir.. ini secara tidak sengaja mengubah karakter ku seakan aku merasakan berasa dalam situasi novel ini.. setiap eps selalu menarik dan mudah dipahami.. aku ingin membaca ulang ini di lain waktu..
Baca Semua Ulasan
Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.

Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.

Ia melompat dari kursinya dan menerjang ke arah Elias yang dengan sigap menangkap tubuh mungil itu. ​"Papa! Nanti di sekolah aku mau belajar menggambar lagi!" teriak Carlo sambil memeluk leher Elias erat. ​Elias mengangkat Carlo tinggi-tinggi, membuat anak itu tertawa kegirangan. "Oh ya? Kau mau menggambar apa hari ini? Naga lagi?" ​"Bukan! Aku mau gambar keluarga kita! Ada Mama, Papa, aku, dan adik bayi di dalam perut Mama!" jawab Carlo sambil menunjuk ke arah perut Eliana.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai yang menggambar
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Matanya melirik ke arah Shu Yi yang masih serius menekuni kanvas. Senyum terbit di bibir Shu Yan. Dengan latar belakang Shu Yi yang tidak pernah dapat pendidikan bagus, memangnya bisa gambar apa? Paling-paling setangkai bunga berkelopak lima ditambah dua helai daun berbentuk abstrak. Puas membanyangkan kehancuran Shu Yi, Shu Yan kembali ke tempat duduk dengan langkah ringan.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 913 kali sebagai yang menggambar
Baca
+Pustaka
Sumpah Darah Sang Pewaris Takhta

Sumpah Darah Sang Pewaris Takhta

“Melukis?” “Iya. Melukis,” kata Xiao Lan sambil mencelupkan kuasnya ke tinta. Matanya fokus pada kertas kosong di depannya. “Aku suka melukis. Sudah sejak kecil. Tapi aku jarang punya model. Dayang-dayangku terlalu takut untuk berpose. Penjagaku terlalu kaku. Para menteri terlalu tua dan jelek.” Ia mengangkat kepalanya, menatap Dao Kian.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai yang menggambar
Baca
+Pustaka
ANATASYA

ANATASYA

Bahkan ketika sampai di kelas pun gadis itu tanpa banyak bicara, langsung mendudukan dirinya di kursinya. Ketiga sahabatnya belum datang, jadi Ana menyibukkan dirinya dengan menggambar. Ana sangat menyukai menggambar, dalam keadaan apapun jika ada waktu pasti Ana akan menggambar. Bahkan menurut Ana menggambar itu bisa membuatnya melupakan sejenak masalahnya, dan bisa merilekskannya. Tak berselang lama dari itu, ketiga sahabat Ana datang bersamaan. Ketiganya langsung menyapa Ana dengan senyuman khasnya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai yang menggambar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status