Suami Warisan
Ipah tertawa, “Ah, jangan seksi-seksi kaya gitu, Nyah. Nanti Ipah disuitin sama tukang Becak lagi!”
Sembari menunggu pakaiannya kering, Rengganis duduk di bawah pohon dengan buku sketsa dan pensil warnanya. Tangannya sibuk menggambar suasana rumah dengan latar belakang danau dan pepohonan yang rindang.
Tanpa sengaja, Rengganis menggoreskan garis terlalu tebal, dia merogoh kantungnya mencari penghapus saat tangannya tanpa sengaja mengambil sebuah batu kecil berwarna merah.