Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Kedua yang Diinginkan

Istri Kedua yang Diinginkan

Gina kini menatap ke arah pandang Sinar lewat kaca lebar yang ada di sampingnya. “Lalu?” “Dia juga sebagai mata-mata.” “Mata-mata?” Gina mengulangi sekali lagi. “Emang kenapa harus dimata-matai?” Sinar menggeleng. “Memastikan kalau akan baik-baik saja selama di luar.”
1026.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 949 kali sebagai tak kasat mata
Baca
+Pustaka
Suami Preman Ternyata Sultan

Suami Preman Ternyata Sultan

Ucapan Qasam terasa menusuk jantung. “Apakah menurutmu aku sedang memata- mataimu?” tanya Qizha dengan manik mata berputar, penuh kewaspadaa. Dia sudah ketahuan. Tapi bagaimana caranya Qasam mengetahui gerak- geriknya? “Jangan balik tanya. Aku sedang bertanya dan kau harus jawab!” sahut Qasam.
1043.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai tak kasat mata
Baca
+Pustaka
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

Melintas di telinga Taja. Bergerak kepala Taja ke kiri ke kanan. Bisikan angin mewakili suara Shiji Wungsu berbicara dengannya. 'Kerahkan semua kemampuanmu!' Terdengar lagi dan lagi. "Kamu bukan satu-satunya Tak Kasat Mata." kata Taja ke sekeliling. "Ada yang lebih sempurna mendalami ilmu itu sampai-sampai tak terdeteksi kehadirannya," lanjut Taja melawan sunyi sepi.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai tak kasat mata
Baca
+Pustaka
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Kalau dipikir-pikir, ibu mertuanya benar juga bukan? "Apakah kamu mengalami masalah dengan pendengaran?" Suara datar-datar kesal Rasya seketika menghentikan lamunannya. "Saya sedang tidak mengenakan kacamata saat ini, Pak?" jawab Keira cepat. "Saya tidak buta, Keira. Saya jelas-jelas melihat kalau kamu tidak menggunakan kacamata saat ini. Makanya saya tanya, kacamata kamu mana?" Keira terdiam. Ia merasa heran. Rasya sudah dua kali menyapanya dengan sapaan kamu dan bukan anda lagi. Ia bahkan memanggil namanya saja tanpa embel-embel ibu lagi. Sepertinya Rasya ini lebih santai kalau mereka hanya berdua saja.
1091.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai tak kasat mata
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

“Ini tempat teraman Kas. Udah jangan ngomong mulu lu. Perut gue makin keroncongan.” Kasih pun dengan sedikit terpaksa mengikuti Sedia. Kash bahkan masih sempat memnta izin ibu penjual nasi pecel. Untung saja si ibu baik hati. “Di, kalo gue pikir-pikir sekali lagi nih kok gue ngerasa dimanfaatin ya. Mana kalo keingat itu cara mata lu lihat gue, pengen gue colok.” “Nah elu mata ke papan tulis pikiran ke yang lain.”
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai tak kasat mata
Baca
+Pustaka
menyusui sang pewaris tahta

menyusui sang pewaris tahta

ucap Silvia, dengan mata berkaca - kaca. Bersambung.. Hari ini, sore update lagi. Jangan lupa pantengin trs ya. Supaya tidak ketinggalan update berikutnya, boleh bantu follow akun penulis dan tinggalkan komen terbaikmu ya kawan. Saranghae
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai tak kasat mata
Baca
+Pustaka
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

📩Kais: “Jaga pandangan mata? Maksudmu, aku harus pakai kacamata anti radiasi?” Aku menatap layar ponsel dengan dahi berkerut. Apa-apaan sih jawabannya? Itu jelas bukan yang aku maksud! Tanganku langsung mengetik cepat. 📤Binar: “Bukan, Om! Maksudku tuh… ya, kamu tau lah 😤. Jaga pandangan dari hal-hal yang bisa bikin iman goyah.” Belum sempat aku menaruh ponsel, notifikasi balasan langsung muncul.
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai tak kasat mata
Baca
+Pustaka
Tukar Pasangan (Jodoh)?

Tukar Pasangan (Jodoh)?

tanya Tsabit dengan nada berat. Aku mendongak, menatap tepat ke netranya yang memerah. Sepasang mata itu memandangku lekat seolah mau memakanku bulat-bulat. "Jika saya menjawab alasan sebenarnya, Mas janji gak akan marah?"
9.8397.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai tak kasat mata
Baca
+Pustaka
PENDEKAR LEMBAH HANTU

PENDEKAR LEMBAH HANTU

tanya Jiwo dengan nada menantang. "Kalau kamu mau menggunakan pandangan itu, kamu harus berkonsentrasi pada obyek apa yang ingin kamu lihat. Sehingga ketika kamu melewati hutan yang gelap, hal itu tidak jadi masalah buatmu. Kamu tetap dapat melewati hutan dengan selamat. Jika kamu berkehendak ingin melihat benda pusaka atau harta karun, barang hilang yang disembunyikan secara gaib, kamu akan dapat melihat kebetadaan benda itu. Kamu gunakan saja kekuatan pikiranmu untuk mengendalikan penglihatan mata ketigamu,"ujar Saloka.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai tak kasat mata
Baca
+Pustaka
Istri Status Pembantu

Istri Status Pembantu

Cause I'm yours Mataku terpejam rapat menghalau sesak yang menyebalkan. Mencoba tegar walau kuat terjangan air mata. Gegas aku menghapus bulir yang lolos, kemudian menatap datar ke depan dan aku sesali keputusan itu. Netra hitam yang hampir sama persis legamnya dengan milik suamiku menatapku dalam. Dari sekian tamu yang duduk menonton aksi menyanyinya, kenapa harus aku tempatnya memaku tatapan?
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai tak kasat mata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status