Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bright Pearl

Bright Pearl

Untuk pertama kalinya Yu Jian Hua melihat Mo Zhang Li dari jarak sedekat itu. Mo Zhang Li tanpa pemerah bibir, membuat Yu Jian Hua tidak tega menyematkan istilah 'jahat' pada dirinya. Kemurnian tergambar di wajah putih dengan sedikit pendar kemerahan. Keindahan musim semi yang dinanti, cahaya kristal di tengah salju yang tak terjamah, atau embun yang memantulkan cahaya pink dari bunga ceri. Sungguh cantik dan sungguh disayangkan jika pada akhirnya mereka harus saling membenci.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai you were beautiful
Baca
+Pustaka
Towards You

Towards You

Setelah itu, mereka berdua pun sama-sama tertawa. Setelah duduk di kursinya, Ken terus melihat Lidia yang masih tertawa di depannya ini sambil termangu. Ia baru sadar, bahwa Lidia di keadaan sekacau dan seburuk apapun, masih saja tampak sangat cantik di hadapannya. Dulu ataupun sekarang, Lidia selalu dapat membuat Ken terpesona dengan kecantikan dan kepribadiannya yang sangat unik itu.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai you were beautiful
Baca
+Pustaka
Miracle You

Miracle You

“Bagaimana kalau kita menikah?” Sunggu itu kalimat terindah yang pernah aku dengar sepanjang hidupku. Sebuah lamaran yang begitu indah di bawah musim dingin di depan sebuah gereja cantik yang menjulang tinggi. Ini benar-benar saksi yang sempurna utuk sebuah lamaran. Dan sepertinya ini adalah sesuatu yang lebih indah dari lamaran dengan sebuah cincin, bunga atau bahkan hal-hal lainnya yang biasa orang-orang lakukan ketika melamar.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai you were beautiful
Baca
+Pustaka
You Are My Moon

You Are My Moon

“Apa foto gadis yang ada di layar depan ponselmu itu Mitsuki ya…?” “Eh… ya.” “Maaf aku secara tak sengaja melihatnya…” Malu sekali rasanya jika Risa tau soal itu. “Dia terlihat cantik dan manis. Jangan buat dia menangis ya…” “Ya… tentu saja…” Saat melihat Mitsuki menangis waktu itu… aku benar-benar tidak ingin melihatnya menangis lagi. “Ngomong-ngomong… apa perutmu masih sakit?”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai you were beautiful
Baca
+Pustaka
Beauty in the Dark

Beauty in the Dark

Dengan tinggi hanya sebatas bawah bahu Jamie dan gaya berjalannya yang sangat elegan, juga bentuk tubuh idealnya yang mendukung, membuat semua orang yang berada di sana tak menyangka, bahwa ia tergolong seorang pasien tuna netra. "Bik, apa orang - orang sedang liatin aku?" tanya Rani yang saat ini sedang memakai kaca mata mewah berwarna gold brown, dengan tas tangan bermerk awalan G dan leher yang di lilit syal berwarna baby pink. "Tenang, non. Semua orang malah ngira bibik lagi jalan sama super model," kekeh bik Ratih, juga mengukir tawa kecil di wajah Rani, hingga memamerkan giginya yang putih nan bersih.
105.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai you were beautiful
Baca
+Pustaka
Beautiful In White

Beautiful In White

tanyanya. Dejun seperti mengingat sesuatu. "Ah, yang warna merah muda bukan? Ada di kamar Jisung sepertinya. Tadi aku tidak sengaja melihatnya saat akan mengambil sepatu," sahutnya. "Astaga Jisuuung! Itu kan limited edition!" seru Karina sambil menghentakkan kakinya. Dejun mengusap pelan surai dark blue milik Karina. "Ya sudah berikan saja untuk Jisung, nanti kita beli lagi. Akhir-akhir ini bibirku juga sedikit pecah-pecah, jadi aku akan membelinya juga."
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai you were beautiful
Baca
+Pustaka
Without You

Without You

Gadis itu menekan bel beberapa kali hingga akhirnya seorang lelaki berwajah pucat muncul di ambang pintu. "Yaallah Aa!" Reina memekik kaget melihat kondisi Erland sekarang. Rambut acak-acakan, muka pucat, dan sedikit berkeringat. Bisa dipastikan kalau kakaknya itu sedang sakit. "Aa sakit? Kenapa gak bilang?" Erland menggeleng kemudian tersenyum. "Masuk, yuk."
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai you were beautiful
Baca
+Pustaka
WITH YOU

WITH YOU

ucap gio tanpa sadar. “duduk dan minumlah," ucap Mahendra sambil menepuk pundak Gio dan memaksanya duduk sebelum dia terhipnotis dan mengikuti Joanna ke arah sekumpulan wanita cantik yang akan membahayakan sahabatnya itu. Selain itu citra perusahaan mereka juga menjadi taruhannya. “Joanna benar-benar berbeda setelah memenangkan ajang kecantikan tahun lalu, aku bahkan hampir tidak mengenalinya,” ucap Gio sambil meneguk minumannya.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai you were beautiful
Baca
+Pustaka
ARE YOU DONE, MY DEAR?

ARE YOU DONE, MY DEAR?

"Mas-" Adit yang hendak menolong Cynthia, tangannya ditarik Kinara. Ia menunduk dan menatap wajah Kinara yang cantik dan sembab, entah kenapa ia merasa KInara jauh lebih cantik tanpa make up tebalnya, kalah cantik dengan wajah permak Cynthia yang dibayar Adit selama ini. "Sudah ada ibu dan lainnya, kamu masih tega ninggalin aku?" tanya Kinara dengan wajah sedih.
634.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai you were beautiful
Baca
+Pustaka
Into You

Into You

Kulit sawo matang eksotis serta tubuh atletis miliknya, membuat dirinya bak karya seni yang sempurna. Koridor yang gelap dan kepanikan Saras—hampir gagal masuk ke pameran—membuat Saras tidak menyadari perubahan penampilan Brian. Saras terbiasa melihatnya menggunakan pakaian santai dengan rambut yang selalu diikat membentuk cepol kecil. Namun, malam ini lelaki itu menjadi lebih tampan dari biasanya. Setiap inci dari sang senior tampan tampak berbeda. Saras baru menyadari kalau Brian mempunyai rambut sebahu yang lurus dengan sedikit gelombang disana. Saat Saras mengagumi ketampanan Brian, ia disadarkan oleh Radit yang tiba-tiba menyenggol lengannya.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai you were beautiful
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status