Muda dan Liar
Makeup yang tipis, rambut yang dikepang menjadi satu, dan poni tipis yang sengaja ditinggalkan di sekitar dahinya terasa sangat tidak asing.
“Aku seperti melihat diriku di masa SMP dulu,” sindirku terang-terangan.
Aku bisa mengetahui bahwa gadis itu benar-benar tersindir, ya mau bagaimana lagi, aku hanya mengatakan sebenarnya.
“Hei, memangnya Cuma dirimu yang bernampilan seperti ini? Semua orang juga pernah.”
Terserahlah, aku malas meladeninya. Jika aku terus berbicara, ia pasti akan marah dan mengadu kepada Ibu.
Bab Populer