Nafkah yang Keliru
“Aku enggak pernah ya Ra, nganggep kamu begitu.”
“Tapi, aku yang merasakan. Kamu enggak akan bisa menilai sikap sendiri, hanya orang lain yang tinggal serumah denganmu yang bisa menilainya. Manusia selalu menganggap dirinya yang terbaik, padahal kenyataannya, begitu banyak cacatnya. Aku tidak menyalahkanmu sepenuhnya. Memang kenyataannya Akang tumbuh di lingkungan yang enggak pernah mengarahkan anak laki-lakinya buat jadi imam yang tegas dan bertanggungjawab. Hanya saja jika kamu mencintaiku, seharusnya sedikit aja ada dong naluri buat bahagiakan orang yang benar-benar kamu cintai. Ini mah enggak ada. Sudah hampir 10 tahun aku sabar, sabar nunggu cicilan mobilmu yang enggak pernah tahu kapan