Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ahhh... Tuan Mafia

Ahhh... Tuan Mafia

Ia merasa dipermainkan oleh ego tinggi sang mafia. ​Namun, Aline lupa satu hal. Xavier adalah seorang predator dengan insting dan penglihatan setajam elang. Tidak ada satu pun detail di sekitarnya yang bisa lolos dari pengawasan pria itu, termasuk perubahan ekspresi sekecil apa pun di wajah tawanannya.
578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai 올 악역
Baca
+Pustaka
Cinta dan Dosa

Cinta dan Dosa

Bisma mencoba merebahkan dirinya diatas kasur, tanpa sadar dirinya sudah terlelap. “Sebentar lagi, kamu akan menderita Bisma.” Bisma yang baru memejamkan matanya langsung terbangun, saat mendengar suara yang tak asing bagi dirinya. “Bagaimana rasanya penderitaan yang sesungguhnya.” Suara itu semakin jelas, Bisma membalik badannya. Keringat dingin langsung membasahi seluruh tubuh Bisma, di depannya ada sosok menyeramkan dengan wajah dan tubuh yang penuh dengan luka.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai 올 악역
Baca
+Pustaka
Sad Boy

Sad Boy

Seon termangu. To Be Continue....
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai 올 악역
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Sang Pendosa

Cinta Untuk Sang Pendosa

Ia sungguh menyesal apalagi semua ingatannya hanyalah ingatan pahit. Semua orang terdiam. Mereka membiarkan Nicha menangis. Gadis itu menutup wajahnya. Mungkin benar, penyesalan itu datang terakhir. Apa yang telah ia buat selama ini membuatnya merasa bersalah. Ya, mungkin ini adalah akhir dari sosok Nicha yang arogan itu. "Maaf Adnan, sungguh aku minta maaf," gumam Nicha sambil menangis.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai 올 악역
Baca
+Pustaka
SCANDAL

SCANDAL

cecar Moreno saat gadis itu mengantri keluar di pintu luar area parkir mobil. "Emangnya apa urusanmu?" "Karena aku yang bikin kamu nggak bisa nyetorin sketsa itu, iya, ‘kan? Apa kamu sudah siap lihat ular di kepalanya yang menjulur-julurkan lidahnya ke arahmu?" Sesaat Tsabitha berusaha menahan tawa gelinya begitu mendengar sindiran Moreno tentang Miss Medusa. "Miss Medusa itu hanya kiasan! Namanya Bu Hana, orangnya killer dan menyeramkan makanya semua orang menyebutnya Miss Medusa!"
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai 올 악역
Baca
+Pustaka
Oh, My Grim

Oh, My Grim

“Lalu …, siapa?” Bersamaan dengan itu, Alex melepas sabit yang tersampir di punggungnya. Sosok serba hitamnya buyar dan langsung tergantikan oleh sosok Alex pada umumnya—seorang aktor film berkaus oranye, bercelana jeans, dan memiliki tato pada lengan kirinya. “Hai, Chleo—Chloe,” sapa Alex tersenyum riang, sementara Juan memutar mata.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 408 kali sebagai 올 악역
Baca
+Pustaka
Penguasa Hati

Penguasa Hati

"Sok tahu." "Tentu saja aku tahu. Matamu itu lho, Tar. Kalau melamunkan tugas, biasanya ada kerutan frustrasi di antara alismu. Kalau sekarang ... beda. Lebih mirip orang yang baru nonton drama Korea episode terakhir." Aku mendengus, berusaha terlihat acuh tak acuh. "Ngaco." "Melamunkan Azlan, ya?" Deg.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai 올 악역
Baca
+Pustaka
Demon King

Demon King

Dengan senyuman sinis yang tersungging dari bibir indahnya, dia menghampiri sekumpulan orang itu dan menebas punggung salah seorang di antaranya. Seorang Shepherd yang tidak beruntung itu jatuh tertelungkup dan mengerang kesakitan. Darah mulai membanjiri punggungnya. Darah yang berwarna hitam pekat, seperti darah manusia zombie yang sering Devon lihat di acara film kesukaannya. "Apa yang anda lakukan, Yang Mulia!" Teriak Shepherd yang posisinya paling dekat dengannya. Devon menyeringai dan mendekati Shepherd itu, "Aku hanya mencoba ketajaman pedang aneh ini. Kenapa? Kalian tidak suka? Kalau kalian tidak suka, kalian tinggal membuat kloning baru."
9.77.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai 올 악역
Baca
+Pustaka
Unexpected Night

Unexpected Night

Dua orang terpaut usia yang jauh tetapi satu darah berada didalam dirinya dan satu kalimat yang selalu ia ingat saat mendengar suara berat dan serak itu adalah. “Let me be your nightmare every night.” Arlene berteriak, langsung membuka mata dengan keringat memenuhi keningnya. Napasnya terengah-engah, ia bangun dan melihat ke sekeliling, saat itu juga Arlene membuang napas lega sembari memegangi dada menyadari bahwa itu hanyalah sebuah mimpi buruk. Arlene menyandarkan tubuh ke kepala ranjang, menetralkan napas karena semalam setelah ia pulang dari pameran itu, Arlene benar-benar tidak bisa tidur walaupun sudah meminum obat tidurnya hingga pukul empat pagi dan akhirnya ia pun terpejam berakhir
9.7121.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai 올 악역
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status