Teilen

Bab 59

last update Veröffentlichungsdatum: 12.07.2026 22:27:48

Tegar mengusap wajahnya dengan kasar, rasa lelah dan amarah bercampur aduk dalam dadanya. Ruang tamu yang biasanya terasa hangat kini terasa pengap, seperti beban yang menumpuk di pundaknya.

"Iya, mungkin Safak yang membantunya," gumam Tegar akhirnya. "Tapi 30 miliar? Bahkan jika dia kaya, kenapa dia rela mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk Anisa? Wanita yang sudah menjadi janda, yang sudah... sudah tidak suci lagi."

Minah mendengus keras. "Karena laki-laki itu masih tergila-gila padanya
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • ASI Untuk Bayi Miliuner   Bab 62

    Ruang rapat yang tadinya tegang kini membeku total. Kata-kata Safak seperti palu hakim yang menghantam meja. Dinda berdiri dengan tubuh gemetar, wajahnya memerah padam campur antara marah dan malu. Tegar di sampingnya hanya bisa mengepalkan tangan, rahangnya mengeras, tapi tak berani bicara. "Apa maksudmu?!" bentak Dinda, suaranya nyaris pecah. "Kamu tidak bisa seenaknya membatalkan kerjasama begitu saja! Ini sudah tahap final! Ayahku—" Safak mengangkat tangan, memotong ucapannya dengan dingin. "Ayahmu? Memang kenapa dengan Ayahmu? Setiap hari yang bisa kau banggakan hanyalah Ayahmu. Apa tidak ada orang lain selain Ayahmu yang bisa kau banggakan? Oh iya satu kali lagi kuberi tahu... Apa kau pikir, ayahmu dan perusahaan kecil seperti Sapphire Industries punya hak untuk bekerja sama dengan perusahaan ini? Jika bukan karena kami sedang mengajari dan menuntun karyawan-karyawan baru kami untuk maju dan menambah pengalaman, apa kau pikir kalian berdua masih pantas masuk ke perusahaan

  • ASI Untuk Bayi Miliuner   Bab 61

    Pagi itu, langit Kota Kendal masih diselimuti kabut tipis ketika Anisa melangkah keluar dari rumah kontrakan sederhananya. Udara pagi yang sejuk menyapa kulitnya, tapi hatinya terasa berat. Malam sebelumnya ia hampir tidak bisa tidur, pikirannya terus dipenuhi bayangan pertemuan hari ini. Pertemuan dengan perwakilan Sapphire Industries—perusahaan milik keluarga Dinda, tempat Tegar bekerja. Ia tahu, ini bukan sekadar meeting bisnis biasa. Ini akan menjadi ujian pertama baginya di Tifana Group.Jihan masih tertidur nyenyak di gendongan Dilla, pengasuh yang Widia sewa khusus untuknya. Anisa mencium kening bayi mungil itu dengan lembut sebelum menyerahkannya kembali. "Jaga dia baik-baik ya, Dilla. Kalau rewel, langsung telepon aku.""Tenang, Nyonya. Nona Widia juga sudah bilang akan mampir sebentar," jawab Dilla sambil tersenyum.Anisa mengangguk, lalu naik taksi online menuju kantor. Sepanjang perjalanan, ia menatap keluar jendela, tangannya tanpa sadar mengelus perut yang dulu pernah m

  • ASI Untuk Bayi Miliuner   Bab 59

    Tegar mengusap wajahnya dengan kasar, rasa lelah dan amarah bercampur aduk dalam dadanya. Ruang tamu yang biasanya terasa hangat kini terasa pengap, seperti beban yang menumpuk di pundaknya."Iya, mungkin Safak yang membantunya," gumam Tegar akhirnya. "Tapi 30 miliar? Bahkan jika dia kaya, kenapa dia rela mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk Anisa? Wanita yang sudah menjadi janda, yang sudah... sudah tidak suci lagi."Minah mendengus keras. "Karena laki-laki itu masih tergila-gila padanya! Dari dulu Safak memang gila sama Anisa. Ingat kan waktu dia hampir gila saat Anisa lebih memilih kamu? Pasti sekarang dia melihat kesempatan untuk merebut kembali. Dan Anisa, dasar perempuan licik, dia juga langsung memanfaatkan itu!"Hana menyilangkan tangan di dada, matanya menyipit penuh perhitungan. "Kalau benar Safak yang membiayai semuanya, berarti dia punya kekuatan besar sekarang. Kak Tegar, kita harus hati-hati. Jangan sampai kita terjebak lebih dalam. Tapi... separuh harta itu tetap

  • ASI Untuk Bayi Miliuner   Bab 58

    Minah menjawab, "Sudah sebulan yang lalu. Ya, aku lupa mau memberitahu kamu. Kamunya juga sangat sibuk, jadi mana sempat aku bicara ke kamu. Lagian, aku tidak pernah berpikir semuanya akan jadi seperti ini. Aku tidak pernah berpikir kalau wanita itu akan seberani itu menuntut harta gono-gini padamu. Aku juga tidak mengira, kalau wanita itu akan bisa membayar seseorang pengacara besar seperti Pak Erickson. Melihat kondisinya, untuk membayar pengacara biasa saja sepertinya mustahil. Tapi bagaimana bisa dia tiba-tiba punya uang untuk membayar pengacara besar seperti Pak Erickson?"Hana yang dari tadi diam, tiba-tiba angkat bicara, "Eh Kak Tegar, benarkah yang Kakak katakan? Si jalang itu membayar Pak Erickson sebesar 30 miliar hanya untuk menyelesaikan kasus perceraian ini? Lalu apa Kak Tegar percaya begitu saja?"Tegar menatap Hana, "Apa maksudmu?"Hana menghela nafas dan mulai menjelaskan, "Ya, secara... Seperti yang Ibu bilang barusan. Kita semua di sini tau kon

  • ASI Untuk Bayi Miliuner   Bab 57

    Anisa dan Safak mengangkat kepalanya bersamaan dan menatap Dilla. "Ya, ada apa?" tanya Anisa."Barusan Nona Widia sudah mengirim pesan, beliau menunggu saya di luar, jadi saya mau pamit pulang dulu sama Jihan," ujar Dilla.Anisa cukup terkejut mendengar yang dikatakan Dilla, "Apa? Widia sudah di luar?" Dia berdiri, "Di mana dia sekarang? Aku mau ketemu dia sebentar."Sementara itu, Safak hanya berpikir, 'Ohh, jadi anak itu sudah di luar? Ha ha... Dasar, tau juga kalau Kakaknya lagi pengen berduaan, jadi dia gak datang buat ganggu!'"Em, Nona Widia bilang, beliau tidak mau mengganggu pekerjaan anda, makanya beliau tidak masuk. Beliau juga meminta pada saya untuk menyampaikan pesan," jelas Dilla."Pesan? Pesan apa itu?" tanya Anisa."Beliau berpesan agar anda tetap melanjutkan pekerjaan Anda saja. Nona Widia tidak mau mengganggu pekerjaan Anda

  • ASI Untuk Bayi Miliuner   Bab 56

    Dengan perlahan, Anisa menatap Safak, matanya penuh dengan keraguan. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk mengambil sepotong makanan dan mencicipinya. Rasa makanan yang lezat langsung menyapa lidahnya, membuat Anisa tidak bisa mengangkat kedua alisnya, "Ini... Ini... Ini enak sekali! Bagaimana ada makanan seenak ini?"Safak merasa sangat puas dengan reaksi Anisa, dan dia tersenyum. "Lihat kan? Sudah kubilang, makanan ini sangar enak. Aku tidak mungkin ajak kamu makan di tempat yang asal. Aku pasti mencarikan yang terbaik buatmu."Menghembuskan nafasnya, Anisa membalas, "Hemm, mulai... mulai... dengar ya Safak, aku memaafkanmu hanya demi teman-temanku. Karena sebenarnya aku belum benar-benar memaafkan kamu. Jadi, jangan gombal-gombal gitu. Gak bakal ngaruh buat aku."Safak tersenyum kecut, "Iya deh iya. Terserah kamu, mau itu demi teman kamu atau demi siapapun. Yang penting sekarang, kita makan dulu. Kamu harus mengisi k

  • ASI Untuk Bayi Miliuner   Bab 7

    Semua orang terdiam mendengar perkataan Tegar. Namun secara tiba-tiba, salah satu dari ibu-ibu di sana dengan sinis berkata, "Hey Tegar. Anisa istrimu? Lalu apakah kau pernah memperlakukan dia sebagai istri? Kami semua yang ada di sini tau, kau memperlakukan Anisa tidak lebih dari seperti seorang

  • ASI Untuk Bayi Miliuner   Bab 6

    Perawat di sana juga terkejut melihatnya, "Astaga Ibu... Sepertinya ini air ASI. Dan ini banyak banget...""Air ASI? ASI ku keluar? Tapi..." Anisa terdiam saat mengingat bayinya sudah tiada. Dia menangis dan melanjutkan, "Seandainya saja kamu selamat, Nak. Kamu pasti kenyang

  • ASI Untuk Bayi Miliuner   Bab 5

    Dua penjaga keamanan itu lalu menarik Minah ke belakang. Tegar dengan sigap menangkap ibunya agar tidak terjatuh. Sementara itu, Anisa langsung terbatuk-batuk setelah terlepas dari cekikan Minah. "Ibu, berhati-hatilah dalam bertindak! Jaga sikap Ibu! Ini rumah sakit dan dilarang membuat keributan

  • ASI Untuk Bayi Miliuner   Bab 4

    Para perawat di sana segera mengikuti intruksi Widia. Bergegas mempersiapkan segala sesuatu untuk melakukan operasi kecil. Namun saat operasi akan dilakukan, bayi itu sudah tidak mengejang lagi. Lebih tepatnya dia sudah tidak bergerak, detak jantungnya hilang dan tidak bernafas. "Innalillahi..."

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status