LOGINMature Content please be awise to reading, thank you!!! “Regina Meizura Carlton sebenarnya sudah mati. Namun, tuhan memberikannya kesempatan kedua untuk membalas dendam* Bagaimana rasanya dikhianati oleh suami, adik, ibu tiri dan juga ayah yang selalu memihak pada mereka. Hingga kematian merenggut Regina dan kesempatan kedua kali ini dia tidak akan melewatkan kasih sayang dari Axel Witsel Witzelm.
View More“Jangan, Bu! Aku tidak mau!”
Yura meronta sekuat tenaga ketika pergelangan tangannya ditarik paksa oleh sang mertua.Lima tahun setelah suaminya koma, berkali-kali ia menolak paksaan Katrina untuk menjadi wanita penghibur di sebuah club malam milik salah seorang temannya.Namun, perlawanan itu tampaknya berakhir sia-sia hari ini.Mertua Yura sudah habis kesabaran, hingga tubuh ramping wanita cantik itu kini tak mampu menandingi kekuatannya.
“Jangan buang-buang waktu!” bentak Katrina, "anggap saja ini bukti tanggung jawabmu sebagai istri, Yura."Tanpa peduli tangan Yura yang telah memerah, Katrina memaksa untuk melewati kerumunan,Kehadiran mereka yang begitu ricuh tentu menjadi tanda tanya bagi beberapa orang.
Hanya saja, lebih banyak orang yang tidak ingin tahu dan lebih memilih asik berjoget di bawah kerlip lampu yang menyilaukan mata.“Aku tidak mau, Bu! Aku janji akan cari uangnya secepat mungkin! Tapi aku mohon jangan paksa aku bekerja di sini!”Yura kembali berusaha melawan dengan sisa tenaga yang ada. Tidak peduli dengan penampilan yang telah jauh dari kata baik. Rambut acak-acakan, polesan bedak yang luntur karena air mata, juga lengan baju yang sobek akibat tarikan Katrina.Kali ini, langkah kaki Katrina terhenti.Wanita itu lantas berbalik badan tanpa melepaskan genggamannya. Namun sejurus kemudian, dia menghunus Yura dengan tatapan tajam.“Dasar menantu bodoh! Apa kau tidak melihat jika Kita ini sudah terdesak! Hanya tinggal satu kesempatan kita untuk mendapatkan uang! Empat ratus juta! Kau mau pinjam dimana lagi uang sebanyak itu? Atau kau memang berniat membuat putraku kehilangan nyawanya?”Yura menggelengkan kepalanya mengelak tuduhan tak berdasar dari Katrina. “Bukan begitu, Bu. Aku juga mau Mas Rama bangun lagi! Tapi tidak semuanya harus diselesaikan dengan cara ini. Aku akan berusaha untuk—”“Halah! Hari ini kau berjanji akan meminta keringanan pada perusahaan untuk mengajukan pinjaman lebih cepat! Nyatanya, apa? Kau pulang dengan tangan kosong. Sekarang kau mau mencari pinjaman kemana lagi, hah?” Katrina menukas. Cekalan pada tangan kirinya mengerat. Satu hasta yang menganggur menuding Yura dengan telunjuk yang tegak teracung.“Aku tidak mau tahu, Yura. Kau harus bisa mendapatkan uang 400 juta hari ini, maka ikuti kata-kataku untuk bekerja kepada orang yang aku kenalkan padamu kemarin!"Gelengan kepala kembali diberikan oleh Yura. Kalimat yang terdengar lebih mirip paksaan itu bukanlah sebuah solusi yang tepat baginya. Tidak bisa! Ia tidak mau bekerja di tempat semacam inu! Sebab itu sama saja mengkhianati pernikahannya dengan Rama! “Aku akan berusaha mencari tempat pinjaman lain, Bu. Aku—”“Diam!” Katrina memotong kembali kalimat Yura sebelum terangkai sempurna. Pupilnya semakin mengeling tajam bak burung elang yang tengah mengancam mangsanya.“Aku tak ingin dengar apapun dari mulutmu! Semua harta putraku sudah habis. Dan kau tidak memiliki jaminan selain tubuhmu itu! Jadi, berpikirlah realistis! Tidak ada cara yang menghasilkan uang ratusan juta dalam semalam selain menjual diri!”Wanita itu kembali menyambung ucapannya dan menarik Yura dengan kasar.***“Wah, wah, wah! Apa menantumu itu berubah pikiran hingga kalian datang menemuiku, Katrina?""Seorang perempuan bergaun hitam bersedekap di depan dada, ketika mendapati dua wanita berbeda usia datang ke tempat ini. Katrina dan menantunya. Tentu Madam Lily tahu bahwa wanita bersurai cokelat itu adalah istri dari putra sulung Katrina. Beberapa hari lalu mereka sempat berkenalan saat menjenguk Rama di rumah sakit.Semula, Katrina mengeluhkan biaya dan Madam Lily memberikan alternatif pekerjaan tambahan dengan gaji yang menggiurkan. Namun, Yura menolak mentah-mentah tawarannya dengan dalih gaji yang ia miliki masih sanggup untuk mencukupi kebutuhan mereka.Ah, jelas itu bohong! Karena jika begitu adanya, Katrina tak akan sampai ke tempat ini.“Aku perlu bantuanmu, Lily. Putraku sekarat dan aku harus membayar tagihan pengobatannya sesegera mungkin, tetapi anak ini malah mengulur waktu untuk mencari pinjaman yang tidak bisa dipastikan!” Katrina tak bisa lagi membendung emosinya, nadanya terdengar sinis, bahkan dadanya sudah naik turun tak beraturan. Sorot matanya begitu tegas melirik ke arah Yura. "Kuharap dengan membawanya ke tempat ini kau bisa memberinya pekerjaan yang kau bicarakan kemarin!"Sebuah kekehan meluncur dari Madam Lily. Wanita itu lantas membuka kipasnya tangannya dan menggerakkannya beberapa kali.“Kau yakin akan meninggalkannnya di sini dan bekerja padaku?” tanya Madam Lily seraya menoleh ke arah Yura. Wanita bergigi gingsul itu membuang muka . “Bekerja di tempatku itu berat karena .... harus mengorbankan harga diri. Semakin rendah harga dirimu, maka semakin banyak uang yang kau kumpulkan! Sementara menantumu ini sepertinya memiliki harga diri yang sangat tinggi!”“Aku yakin! Terserah pekerjaan apa yang akan kau berikan. Bahkan jika dia harus melayani puluhan laki-laki dalam semalam aku tidak mau tahu! Yang penting besuk pagi anak ini harus membawa empat ratus juta kepadaku!” sahut Katrina sebelum menantunya mengeluarkan kalimat sanggahan.Di sisi lain Yura hanya bisa menggigit bibirnya kuat-kuat, menahan rasa perih yang menjalar dalam dadanya. Mimpi apa ia semalam hingga harus menghadapi takdir yang begitu kejam? Ia sudah tidak memiliki orang tua. Dan hanya Katrina, mertua yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri justru menyakitinya dengan cara seperti ini.Helaan napas panjang lantas terdengar dari Madam Lily. Bisa Yura lihat dengan jelas bagaimana wanita itu mengangkat dua sudut bibirnya bersamaan. Lalu berjalan mendekat ke arah Yura. Dua bola mata berwarna hitam itu bergerak memindai tubuhnya dari atas ke bawah.“Itu tidak masalah, aku bisa tangani. Tapi, menantumu ini cantik. Bahkan tidak terlihat sebagai gadis nakal, dia lebih pantas bekerja sebagai staf di gedung tinggi daripada harus bekerja di tempat hiburan malam. Lalu .... bagaimana jika nanti Rama mengetahui istrinya bekerja di tempatku, Katrina?”Dalam hatinya Yura mengiyakan kalimat sang mucikari. Sejak tadi hanya kemungkinan itu yang ia pikirkan dalam kepalanya jika memilih jalan pintas ini sebagai pilihan terakhir. Dengan Rama saja ia belum sempat memadu kasih menikmati waktu sebagai suami istri. Bagaimana bisa ia malah menikmati malam yang panas dengan pria yang tidak pernah ia cintai?“Selama Rama belum sadar ia tidak akan tahu apa-apa. Toh, jika putraku bangun dan bertanya, biar istri tukang selingkuh ini yang menjelaskan sendiri padanya,” jawab Katrina tanpa pikir panjang. Seakan tidak peduli jika nasib buruk akan menimpa Yura setelah ini.Madam Lily mengangguk. Wanita itu lantas menggeser pandangan ke arah Yura yang masih sesenggukan.“Lalu, bagaimana denganmu, Yura? Aku tidak ingin orang yang bekerja denganku tersiksa karena kemauan sendiri. Aku akan mengembalikan pada ibu mertuamu kalau kau merasa keberatan. Tapi jika kau bersedia, aku siap untuk membantumu mencari uang yang kau butuhkan,” tanya Madam Lily kepada Yura. Senyuman itu terlihat aneh. Seolah ada banyak makna dibalik lengkungan bibirnya. Entah baik, entah jahat, Yura sendiri tak bisa membacanya.Sejenak Yura mengambil napas panjang, memperbaiki sirkulasi udara dalam tubuhnya yang sejak tadi tak beraturan. Detik berikutnya wanita muda itu menggeser pandangan ke arah Madam Lily. Jika boleh menjawab jujur maka jawabannya adalah tidak. Siapa yang mau bekerja semacam ini selain mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi? Namun, bila ia menjawab jujur, maka kematian suaminya berada di depan mata.Dengan berat hati, Yura mengusap buliran air bening yang sejak tadi membasahi wajahnya. “Aku mau bekerja di sini. Tetapi aku tidak mau terikat dan Hanya sampai uang yang aku butuhkan tercukupi.”“Deal!" Senyuman Madam Lily bertambah lebar. Wanita itu melipat kedua tangan di depan dada kembali dan memiringkan kepalanya. "Kalau begitu, ikut aku. Kau harus bersiap karena malam ini aku kedatangan tamu spesial.”Deg!Aku merasakan tubuhku terpilih oleh tubuh Nicholas. Memang terkejut, tapi setidaknya aku masih berharap Axel bisa menyelamatkan kita semua. Billy langsung berlari ke arah Renata. Renata sudah pingsan dan Billy segera mengangkat tubuhnya. Di saat Nicholas tersungkur karena pukulan Axel, Axel tanpa ragu menarik tubuh Nicholas hingga dia berlawanan mendekati api. Lalu dengan cepat dia mengambil sisa bahan bakar yang masih ada. Kemudian Axel menyiram bahan bakar tersebut ke tubuh Nicolas. Sebelum adegan menyelamatkanku, Axel masih geram dan dia menghajar Nicholas habis-habisan. Setelah berhasil menyelamatkan Renata, Billy segera kembali ke dalam. "Nggak, aku nggak mau keluar, aku ingin tetap disini. Aku ingin menjalani keselamatan Axel!"Kataku menolak saat Billy akan mengangkat tubuhku. Aku hanya ingin selamat dan keluar bersama Axel. "Sudahlah ikan buntal, yang penting kau selamat dulu. Aku akan menyelamatkan dia setelah menyelamatkanmu!"Billy menjamin dan dia tidak boleh me
Rena masih terdiam. Dia mana mungkin tega melakukannya."Kenapa kau diam, cepat siram bahan bakar itu pada mereka. Aku akan memberikan pelajaran pada laki-laki bR3 n9 53k yang sudah berani mengambil istriku," ucap Nick penuh penekanan."Apalagi dia sudah berani menyentuh istriku. Istriku, Regina hanya bisa menjadi milikku," ucap Nick terdengar penuh kemurkaan. Dia terlihat seperti benar-benar mencintaiku. Kalau ini di kehidupan lalu, mungkin saja aku sudah benar-benar tertipu.Aku harus bisa membujuk dan meredakan emosinya. Tidak boleh ada hal yang buruk lagi yang menimpa Axel ku."I--ini gila, ini melanggar hukum. Ini nggak boleh dilakukan!" spontan Rena menolak dan memberanikan diri menjawab.Langkah cepat dari Nick dan tamparan sudah melayang di wajah Renata. Seperti dugaanku dia benar-benar tidak mempunyai perasaan. Dia iblis yang berbalut tubuh manusia. Harusnya aku menyadari itu. Kalau Minna dulu tidak menyembah aku, mungkin saja hal seperti ini bisa aku hindari. Tubuh Re
Aku benar-benar tidak salah melihat. Itu adalah Axel, Renata dan si ikan julung-julung.Mereka benar-benar datang untuk menyelamatkanku. Di kehidupan kali ini, aku tidak sendirian lagi. Aku benar-benar terharu melihat kedatangan mereka. Nick terkejut dan segera berbalik. Melihat kedatangan tersebut. Dia terlihat tidak senang."Lepaskan istriku!" teriakan Axel bergema dengan geram.Dia terlihat kesal saat melihatku dipeluk oleh Nick.Nick menyeringai dan sedikit mengejek. Dia merasa sudah menang satu langkah karena sudah bisa merebut hatiku kembali."Istrimu? Cih, kau tidak salah sebut. Seharusnya ini dia sekarang adalah istriku. Kau yang merebutnya dariku!" cara bicara Nick benar-benar seperti orang yang sangat mencintaiku juga cemburu."Lepaskan dia, kau tidak berhak menyentuhnya!" kata Axel semakin geram dan dia tidak ragu untuk melangkah."Hahaha, melepaskannya? Jangan mimpi. Dia ini sudah setuju untuk kembali padaku. Kau sama sekali tidak berhak untuk mengaturnya!" dengus Nick
Seluruh tubuhku terasa lemas. Aku membuka mata perlahan dan mengamati sekitar. Baunya sedikit menyengat di hidung dan aku merasa ada berada di dalam gudang. “Bukankah ini …,” mataku terkejut ketika benar-benar sudah melihat keadaan sekitar. “Nggak mungkin. Nggak mungkin aku kembali kesini!” batinku mulai bergemuruh.Perasaanku benar-benar tidak nyaman.Kemudian aku menyusun beberapa kejadian sebelum aku berada di tempat ini.“Berarti tadi aku di culik dan yang menculikku …,” pikiranku terhenti. Ketika melihat orang di hadapanku. Tangan dan kakiku diikat. “Kamu sudah bangun, Regina, sayangku!” saat mendengar suara tidak asing itu aku benar-benar yakin, dia adalah Nicolas.Aku ingin mengumpulkan tenaga, tapi entah kenapa tubuhku masih terasa lemah.Sepertinya ini obat yang dulu pernah aku rasakan. Di kelas mendekat dan mencengkram rahangku. “Kau, apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan aku!” Aku ingin sekali meneriakinya. Namun, suaraku tidak bisa terlalu keras.“Hah, aku benar-ben
Aku mendekati Rena lagi dan mencoba menarik tangannya.“Rena, jangan takut. Aku pasti akan membelamu. Katakan saja kalau kamu ingin pergi darinya sekarang, aku bisa lakukan. Kita nggak usah tinggal disini. Aku punya uang dan kaya. Kita bisa pergi dari sini,” ucapku membuat keduanya mendelik.“Eh,
“Akhirnya aku bisa menemuimu, sayang!” Nicholas berbicara mendekatiku. “Hah, telingaku sakit mendengarnya. Sudah aku katakan jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu lagi. Di sini ada suamiku, kau nggak mungkin lupakan!” dengusku sedikit menjauh.Tubuhku Terasa seperti tersengat listrik. Alir
“Hust! Jangan asal bicara. Pasti selera dan pilihan tuan Rick bukan sepertiku,” kata Rena menjawab dengan tegas.“Kalau dia suka, kamu memang akan menolaknya?” kataku penasaran, tapi masih ada telinga lain yang penasaran dan melirik dari kaca spion.Billy terlihat mendengus ketika mendengar Renata
“Aku ganti baju dulu ya!” kata Rena berkata dengan bahasa isyarat saat dia telah selesai mengantar tamu yang tadi.Aku menjawab dengan mengangkat tangan membentuk bulatan ditangan seperti menjawab ok padanya.Saat kulihat jam di tangan Axel menunjukkan pukul 7 malam. Aku jadi sempat melamun sebenta
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews