Mag-log inนิยายเซตนี้มีทั้งหมด 2 เรื่อง คือ 1 Amore โซ่รักซ่อนสายใย (เรื่องของน้องชาย) เกริ่น “จำเอาไว้ ถ้าคุณมีลูกเมื่อไหร่ วันนั้นผมจะพรากลูกคุณไปให้ไกลแสนไกล คุณจะต้องเจ็บปวดทรมานเจียนตาย ให้สาสมกับที่เข้ามาหลอกลวงผม” เพราะคำประกาศิตนี้เธอถึงให้เขารู้เรื่องลูกไม่ได้ 2 Relazione เจ้าหัวใจสายใยรัก (เรื่องของพี่ชาย) เกริ่น “เหนื่อยทั้งกายเหนื่อยทั้งใจค่ะ แต่ม่อนไม่ยอมแพ้อะไรง่ายๆ อยู่แล้วค่ะ หัวใจของเค้าเป็นของม่อนมาตั้งแต่แรก แค่ตอนนี้กำลังล่องลอยไม่รู้จุดหมาย แต่ม่อนจะตามหัวใจของเค้ากลับมาอยู่ที่ม่อนเหมือนเดิมให้ได้ค่ะ”
view more"Yang Mulia! Ini… ini tidak mungkin…"
Suara itu melengking, menggema di seluruh aula megah Istana Langit Emas, ruang suci tempat para peramal bintang, penasihat agung, dan ahli sihir kekaisaran berkumpul. Lantai dari batu giok putih berkilau memantulkan cahaya obor yang bergoyang, namun ketenangan aula itu hancur ketika suara penasihat tertua, Mo Tian, mengguncang udara.
Mo Tian, lelaki tua berjubah ungu berhiaskan simbol bintang dan naga langit, menjatuhkan gulungan sutra ke lantai. Kedua tangannya gemetar, dan napasnya terengah seolah baru melihat bayangan maut sendiri.
Raja Xuan, duduk di singgasana naga dengan tatapan tajam bagaikan elang, menyipitkan mata.
“Bicaralah, Mo Tian. Jangan mengulur waktu dengan keluhan tua.”
Mo Tian berlutut. “Ampun, Yang Mulia. Ramalan telah turun dari langit… Tiga malam berturut-turut, konstelasi Qian Long dan Bintang Surga Ketujuh bertabrakan dalam garis merah darah. Langit mengirimkan pertanda…”
Ia menarik napas dalam, mencoba menyusun kata. “Dalam waktu satu purnama... seorang bayi laki-laki akan lahir, diberkahi oleh Langit dan Surga. Dia akan menggulingkan tahta Yang Mulia dan membawa akhir bagi Dinasti Xuan.”
“Gulungan Langit Tertutup” yang memuat ramalan ini hanya bisa dibuka oleh darah peramal agung dan hanya terbuka ketika Qian Long melintasi langit timur dalam formasi kematian. Kitab itu telah tersegel selama 900 tahun terakhir. Kini, ia terbuka dengan sendirinya, dan memperlihatkan tulisan bercahaya yang bahkan tinta emas pun tak sanggup menandingi.
Suasana di aula mendadak membeku. Hening, mencekam, seolah udara enggan bergetar. Hanya api obor yang masih menari, tak menyadari ketegangan yang meledak.
“Bayi... apa?” Raja Xuan berdiri. Gaun kerajaannya berdesir, mengeluarkan suara halus namun tajam, seperti bisikan pedang yang ditarik dari sarungnya. “Anak ingusan yang belum meminum susu ibunya, hendak menjatuhkan kekaisaran yang telah kubangun selama tiga dekade?”
Mo Tian tidak menjawab. Ia tahu. Raja Xuan bukan pria yang hanya memerintah dengan kebijaksanaan, ia memerintah dengan darah. Dan itu terbukti ketika, dengan isyarat satu tangan, ia memanggil Jenderal Pang An, pemimpin Pasukan Hitam Kekaisaran.
“Dengarkan dekritku.” Pang An membungkuk, satu lutut di lantai, sementara para penulis istana mulai mencatat kata demi kata.
“Dalam satu purnama ini, semua bayi laki-laki yang telah lahir dan akan lahir dalam radius seribu mil dari ibu kota, harus dieksekusi.”
Suara paku genta menggema. “Orangtua yang mencoba menyembunyikan, melindungi, atau memberontak akan dianggap pengkhianat tahta. Mereka akan dibunuh di tempat. Bila tidak, kirim mereka ke penjara bawah tanah kekaisaran dan siksa seumur hidupnya.”
Gulungan tinta darah kekaisaran digoreskan. Takdir ribuan keluarga ditulis dalam satu tarikan pena. Langit mendung saat itu. Di luar istana, awan gelap bergulung seperti naga bangkit dari samudra. Langit tahu apa yang telah diputuskan.
Di seluruh penjuru ibu kota dan desa-desa kecil, kabar itu menyebar seperti racun. Tangisan bayi berhenti mendadak. Jendela ditutup rapat. Para ibu menyusui dalam kegelapan, menahan isak yang tertahan. Beberapa keluarga menggali lubang rahasia di lantai rumah mereka, yang lain memilih melarikan diri ke gunung. Tapi Pasukan Hitam Kekaisaran sudah menyebar seperti awan maut, dingin dan tanpa belas kasih.
Di sebuah desa sunyi, tepat di kaki gunung Qing Shan, sebuah rumah kayu kecil berdiri tersembunyi di antara hutan bambu. Di dalamnya, jerit bayi terdengar bersahut-sahutan, namun bukan jeritan ketakutan melainkan suara pertama seorang anak laki-laki yang baru saja melihat dunia. Xu Ling’er, seorang wanita muda bermata bening, mengusap keringat di dahinya sambil tersenyum lemah. Di sampingnya, suaminya Xu Qian, seorang pembuat pedang yang bijak, menatap bayi itu dengan campuran bahagia dan gentar.
“Dia... dia lahir,” gumam Xu Qian.
Namun sebelum mereka sempat memberi nama, langit mendadak retak. Petir berwarna ungu menyambar tepat di atas rumah. Hujan energi spiritual turun dari langit, membasahi bumi dalam bentuk cahaya emas yang berkedip.
Angin berputar membentuk pusaran. Energi spiritual alam yaitu Dao Qi Murni terhisap masuk ke dalam tubuh mungil bayi itu. Sebuah cahaya naga keemasan muncul dari tulang belakang bayi tersebut. Tulang Suci Naga Abadi, anugerah langka yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun, mengukir garis bercahaya di sepanjang tulangnya.
Di atas langit, seekor naga cahaya mengaum dari balik awan. Xu Qian gemetar. Ia tahu apa artinya ini. Ia pernah menjadi kultivator sebelum memilih hidup damai. Ia tahu bahwa tulang suci ini... adalah ramalan yang dimaksud para peramal bintang.
“Ling’er…” bisiknya. “Anak kita adalah pertanda langit.”
Xu Ling’er menatap bayi itu, air matanya menetes, namun bukan karena takut. “Namanya… Xu Ming,” ucapnya pelan.
Namun damai mereka hanya berlangsung sekejap. Di kejauhan, suara derap kaki kuda mengguncang bumi. Api menyala di balik pepohonan.
Xu Qian menggertakkan gigi. “Mereka datang.”
Xu Ling’er memeluk bayinya. “Apa yang harus kita lakukan?”
Xu Qian bangkit, membuka peti tua di bawah lantai, mengeluarkan pedang hitam berukir simbol naga. Bilah itu terbuat dari intisari logam taraf kelima, logam langka yang hanya terbentuk di perut gunung yang menyentuh awan. Ia dulu menamai senjata itu “Hei Long - Balok tembaga kekacauan.”
“Dulu, aku menanggalkan dunia ini untuk hidup tenang. Tapi dunia tak membiarkanku pergi.”
Xu Qian membuka matanya yang telah lama tak melihat medan tempur. Mata seorang pendekar. “Kita akan bertahan… untuk Ming’er.”
Pasukan Kekaisaran berkuda mengenakan zirah hitam, membawa obor dan tombak spiritual, mengepung rumah kayu itu. Komandan Zhao, pemimpin unit, mengangkat tangannya.
“Cari dan hancurkan! Jika ada bayi laki-laki, bunuh. Jika ada yang melawan, eksekusi di tempat!”
Pasukan mulai menyerbu. Xu Qian berdiri di depan pintu dengan tombak naga di tangannya, rambutnya terurai, dan energi Dao mulai bergetar di sekeliling tubuhnya.
“Teknik Dao Taraf Pertama: Tubuh Dao Naga Emas!” Ia telah kembali menyalakan Taraf Pertama : Penempaan Tubuh Dao. Suatu kekuatan keras dan panas menjalari tubuhnya.
Setiap helaan napas membawa energi bumi masuk ke dalam pori-porinya. Dao energi ini memancarkan aura naga berwarna keemasan, disebut Tubuh Dao Naga Emas. Tubuhnya mengeras seperti baja. Otot-ototnya membengkak. Matanya menyala kehijauan.
“Siapa pun yang melangkah ke tanah ini… takkan pernah kembali.” Xu Qian mengangkat kepalanya ke depan menatap ratusan pasukan kekaisaran yang mengepung.
Pertarungan akan segera pecah. Namun waktu mereka terbatas. Xu Qian tahu, ini bukan tentang menang. Ini tentang memberi waktu bagi istrinya dan anaknya.
Xu Ling’er, di dalam rumah, meletakkan Xu Ming ke dalam keranjang kayu yang dilapisi kain hangat juga pedang Hei Long yang dititipkan suaminya dibawah selimut. Ia mengusap pipi bayinya.
“Maafkan kami, Nak…”
Sungai kecil mengalir beberapa puluh meter di belakang rumah. Dengan hati yang hancur, ia melepaskan keranjang itu ke arus air. Xu Ming hanyut bersama aliran takdir, menuju dunia yang akan menantangnya, mencintainya, membencinya, dan suatu hari… mengangkatnya.
Di langit, bintang Qian Long bersinar satu kali lebih terang, seolah mengirim restu terakhir bagi sang naga kecil yang baru dilahirkan.
“Majulah kalian, para anjing kekaisaran!” teriak Xu Qian dengan berani.
“Seranggg!!!” puluhan pasukan itu maju dengan baju zirah dan tameng siap menghadapi Xu Qian yang meledakkan energi Dao Qi emas miliknya.
Bersambung…
“เป็นยังไงบ้างคะ” ม่อนไหมเดินอุ้มลูกสาวของเธอเข้ามาในห้องนอนของลอเลนโซหลังจากที่หมอฟิลิปได้เข้ามาตรวจอาการสามีของเธอจนกลับไปแล้วลอเลนโซมองจ้องหญิงสาวกับลูกน้อยไม่วางตา จนม่อนไหมเริ่มประหม่าเพราะไม่รู้ว่าลอเลนโซกำลังคิดอะไรอยู่“มองหน้าม่อนแบบนี้มีอะไรหรือเปล่า”“ป้อ...ป้อ...” เด็กหญิงถูกวางลงที่เตียงได้ก็รีบคลานเข้าไปนอนซบอกคนเป็นพ่อทันที“ยังมีอาการปวดหัวอยู่หรือเปล่าคะ”ลอเลนโซกอดลูกน้อยไว้ในอ้อมอกและส่ายหัวน้อยๆ ก่อนจะมองไปที่เท้าอวบอูมของเจ้าตัวกลมที่สวมถุงเท้าสีขาวเอาไว้“ถ้าสวมถุงเท้าไหมพรมสีฟ้าคงจะน่ารักน่าดูนะ”“คุณลอส” ม่อนไหมนั่งอ้าปากค้างไม่กี่วินาทีน้ำตาของเธอก็ไหลอาบแก้ม“ผมจำทุกอย่างได้แล้วครับ” ลอเลนโซลุกขึ้นมารวบกอดทั้งลูกและภรรยาแน่น ก่อนจะปล่อยน้ำตาแห่งความตื้นตันดีใจออกมาอาบที่แก้ม และแล้วเขาก็จำทุกอย่างได้เสียที“จำได้แล้ว เย่...” ต้นสายตะโกนเสียงหลงเมื่อรับรู้ข่าวจากม่านแก้วว่าตอนนี้ลอเลนโซจำเรื่องราวทุกอย่างได้แล้ว“ดีใจที่สุดเลย” นิลน้ำกระโดดกอดคอกับต้นสายแน่น ที่รับรู้ว่าม่อนไหมนั้นพ้นจากความทุกข์ใจเสียทีหลังจากที่ทรมานใจมาพักใหญ่“หลังจากนี้ก็น่าจะมีแต่ความสุ
“ก็ถ้าคนรักของฉันเจ็บป่วยฉันก็อยากจะดูแลใกล้ชิดเหมือนกันค่ะ ยิ่งอยู่ห่างก็ยิ่งห่วงกว่าเดิมค่ะ คุณลองคิดสิคะว่าพ่อคุณนอนเจ็บอยู่โรงพยาบาลแล้วไม่ให้คุณเข้าเยี่ยมคุณจะทุกข์ใจแค่ไหน”ลอเลนโซนั่งเงียบ ด้วยคิดตามพยาบาลสาวแล้วมันก็เป็นความจริงอย่างที่เธอพูด“ไม่มีอะไรจะเถียงล่ะสิ”“ยุ่ง ผมอิ่มแล้วพาผมเข้าห้องไปพักด้วย”“กินยาก่อนค่ะ”“เอามา” ครั้งนี้ลอเลนโซยอมกินยาง่ายๆ เพราะรู้ว่าหากยื้อเวลาก็จะต้องมานั่งต่อปากต่อคำกับพยาบาลสาวจอมปากจัดคนนี้ต่อ“ทำตัวไม่ดื้อก็เป็นนี่คะ” ม่อนไหมยืนถ้วยยาเล็กใส่มือของลอเลนโซ เธอยืนยิ้มแก้มปริเพราะวันนี้ไม่ต้องเหนื่อยสู้รบกับชายหนุ่มในเรื่องบังคับกันกินยา“เค้ามีวี่แววว่าจะจำอะไรได้หรือยังม่อน”ม่อนไหมส่ายหัวเป็นคำตอบให้กับม่านแก้ว ม่อนไหมดูแลลอเลนโซมาร่วมสองอาทิตย์จนตอนนี้ชายหนุ่มต้องเข้ารับการผ่าตัดเพื่อรักษาดวงตา เธอเริ่มหมดกำลังใจในการรื้อฟื้นความจำของสามีเธอพอสมควร เพราะอุตส่าห์ตะล่อมให้ลอเลนโซยอมเจอพ่อและน้องๆ ได้แล้ว แต่ยังไม่สามารถพูดให้เขาอยากเจอลูกกับภรรยาได้เลยทุกๆ เช้าเธอจะสรรหาเมนูที่เขาเคยชอบในฝีมือของเธอให้เขาได้รับประทานเป็นประจำ แต่ทำอย่างไรเ
“แต่ไม่ใช่ฉันค่ะ ยังไงคุณก็ต้องกินค่ะ ไม่ห่วงตัวเองก็สนใจความรู้สึกของคนที่เค้าคอยเป็นห่วง คนที่เค้ารอคอยว่าคุณจะหายอย่างใจจดใจจ่อหน่อยเถอะค่ะ”“ผมแค่ไม่อยากกินยา ทำไมคุณต้องโยงไปถึงคนอื่นด้วย” ลอเลนโซรู้สึกว่าจะไม่ค่อยถูกชะตากับพยาบาลคนใหม่เสียแล้ว“ถ้าคุณไม่ยอมกินยา ฉันจะเข็นคุณออกไปนั่วนอกบ้านให้ปวดกระดูกจนเป็นไข้เลยเอาไหมคะ” เธอก้มกระซิบข้างหูของคนเป็นสามีเบาๆ เพราะกลัวว่ากล้องวงรปิดจะได้ยินว่าพยาบาลคนใหม่อย่างเธอพูดอะไรกับคนไข้“คุณไม่มีสิทธิ์มาทำแบบนี้กับผม รู้หรือเปล่าว่าผมสามารถทำให้คุณตกงานได้ตลอดชีวิต” ลอเลนโซเริ่มน้ำเสียงขุ่น ไม่รู้ว่าหญิงสาวเป็นพยาบาลจริงๆ หรือเปล่าถึงได้พูดจากับคนไข้เช่นนี้“ไม่รู้จริงๆ ค่ะ” ม่อนไหมพูดด้วยน้ำเสียงอารมณ์ดี และอาศัยจังหวะที่ลอเลนโซอ้าปากใส่ยาตามด้วยน้ำเข้าไปในปากของเขา“อื้อ” และแล้วลอเลนโซก็ต้องรีบกลืนยาลงลอเพราะหากไม่กลืนก็อาจจะทำให้เขาสำลักม่อนไหมยืนยิ้มกรุ้มกริ่มและเข็นรถเข็นพาคนไข้จอมพยศไปที่ห้องของเขา เมื่อครู่เธอไม่ได้กลัวเขาสำลักแม้แต่น้อยเพราะจำได้ดีว่าในตอนที่ดูแลลอเลนโซตอนครั้งที่บาดเจ็บตอนนั้น เขาก็พยศไม่ชอบกินยาเธอก็ใช้วิธีนี้
“ประมาณสามปีล่าสุดครับ”“แสดงว่า...” หญิงสาวเข่าทรุด เท่ากับว่าตอนนี้ลอเลนโซไม่รู้เลยว่ามีเธอและลูกอยู่บนโลกใบนี้ ตอนนี้เธอรู้สึกเจ็บปวดหัวใจมากกว่าตอนที่เห็นเขานอนเจ็บเสียอีก“ม่อน...ใจเย็นๆ ก่อนนะยังไงหมอก็บอกว่าลอสมีโอกาสหาย” ม่านแก้วรีบกอดปลอบม่อนไหมที่ขาอ่อนจนฟุบนั่งร้องให้ลงไปกับพื้น“คุณม่อน” มานูแอลรีบพยุงพี่สะใภ้ของเขามานั่งที่โซฟา“ทำไม ต้อง...เป็นแบบนี้ด้วยนะ” ม่อนไหมสะอึกสะอื้นซุกอยู่กับอกของม่านแก้ว สามีเธอฟื้นขึ้นมาแล้วแท้ๆ คิดว่าจะไม่มีเรื่องเลวร้ายอะไรอีกแต่เรื่องที่เธอเพิ่งรับรู้กลับทำให้เธอปวดหัวใจเป็นทวีคูณอเลสซานโดเดินเข้ามาลูบหัวคนที่สะอื้นตัวโยนอยู่ในอ้อมอกของม่านแก้ว ตอนนี้เขาก็ไม่รู้ว่าจะหาคำไหนมาปลอบใจม่อนไหมเช่นกัน เพราะตัวเองก็เครียดกับอาการของลูกชายคนโตมากพอสมควร“ม่อนจะไปหาคุณลอสค่ะ ถ้าม่อนได้ไปอยู่ใกล้กับเค้า เค้าอาจจะจำม่อนได้ก็ได้ค่ะ” ม่อนไหมรีบปาดน้ำตาลวกๆ และลุกขึ้นพรวดพูดกับอเลสซานโด“ตอนนี้ไม่ได้” อเลสซานโดส่ายหัว“ทะ...ทำไมคะ”“ลอสมีภาวะเครียดไม่อยากพบใคร แม้แต่ฉันก็ไม่อยากพบ” อเลสซานโดพูดเสียงอ่อน และนี่ก็เป็นสาเหตุที่พวกเขาทุกคนยังอยู่ที่นี่แม้จ
“อะ...อะไรนะคะ” ทุกคนต่างมีสีหน้าตกอกตกใจไปตามๆ กันโดยเฉพาะม่อนไหม หญิงสาวนั่งหน้าซีดเผือดพูดอะไรไม่ออกทำอะไรไม่ถูก“เก็บเสื้อผ้าไปดูอาการของลอสเดี๋ยวนี้เลยม่อน ส่วนยัยหนูเดี๋ยวน้าดูแลเองไม่ต้องห่วง” ม่านแก้วดูออกว่าหลานสาวทำอะไรไม่ถูกจึงรีบแนะแนวทางให้ ไม่ได้อยากจะคิดไปในแง่ร้ายแต่หากลอเลนโซอาการแ
วันเวลาของความสุขพ้นผ่านนานร่วมหกเดือนตอนนี้ม่อนไหมท้องแก่ใกล้คลอดเต็มทีเดินเหินก็ไม่ค่อยสะดวกนักแต่ก็ไม่ได้ลำบากอะไรมากเพราะมีสามีอย่างลอเลนโซคอยดูแลอยู่ตลอดเวลา อีกทั้งตอนนี้พ่อและน้องของสามีก็มาเฝ้าอยู่ที่บ้านรอคอยวันที่หลานจะออกมาลืมตาดูโลกไม่ห่างอีกด้วย“คุณพ่อแข็งแรงขึ้นมากเลยนะคะ”“เตรียมตัว
เมื่อหลักฐานทุกอย่างครบตั้งแต่ช่วงเช้า พอเข้าเวลาเย็นตำรวจก็บุกเข้ามาที่บ้านของภควัตรเพื่อรวบตัวของเขาไปที่สถานีตำรวจ“ปล่อยฉัน มาจับฉันเรื่องอะไร”“สั่งฆ่าผมแล้วก็พ่อของผมไงครับ” คำประกาศกร้าวของลอเลนโซที่กำลังเดินดุ่มนำหน้าชาร์ลเข้ามา ทำเอาพลอยพิมและไพลินต่างก็ยืนอ้าปากค้างไปตามๆ กัน“ไม่มีหลักฐา
“ท้อง?” ม่อนไหมนั่งกอดเข่าเหม่อลอยสับสนกับเรื่องที่เกิดขึ้นกับชีวิตเป็นที่สุด คราแรกคิดว่าที่ตัวเองประจำเดือนไม่มาคงเป็นเพราะเครียดกับเรื่องราวที่เจอ แต่ใครจะไปคิดว่าลูกของเธอจะเกิดในขณะที่พ่อกับแม่กำลังมีปัญหากันแบบนี้“ม่อน”“เรื่องลูกฉันรับผิดชอบคนเดียวได้ อย่ามายุ่งกับฉันอีก” ดวงตาคู่สวยตวัดมอง