LOGIN*Terinspirasi dari Kisah Nyata* Ariana hanyalah seorang wanita biasa yang hidup dengan anak dan suaminya. Namun, ia harus menerima kenyataan bahwa Devan, suaminya bekerja serabutan dan sering memberi jatah uang lima ribu sehari. Tak hanya itu, Devan juga menomorsatukan temannya ketimbang dirinya ataupun sang anak. Tak jarang pula, Ariana dijelek-jelekkan di hadapan teman tongkrongannya itu. Pria itu selalu "playing victim" dan merasa dirinyalah yang paling tersakiti. Dia juga harus menerima kenyataan pelik karena dia dianggap rendah oleh keluarga suaminya. Selain itu, terdapat satu rahasia dari keluarga Devan yang membuat keluarganya berantakan. Lantas, apakah Ariana akan terus bertahan dalam pernikahan ini? Atau, dia rela bercerai dan menjadi aib di keluarga besar untuk meraih bahagianya?
View MoreKeesokan harinya, tepat di hari Senin pagi. Farel menyarankan bibinya untuk mendatangi Ariana. Tak hanya itu, Beliau juga diminta untuk menjelaskan pekerjaan yang nantinya akan dikerjakan oleh Ariana. Alhasil, dirinya pun segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah Ariana. Di sana, Farel menyuruh Devan untuk meninggalkan keduanya. Sebelum itu, dia mengucapkannya melalui telepon yang dia miliki. Tak lama kemudian, ketika Farel berangkat dengan sang bibi, Beliau pun bertanya dengan sopan kepada keponakannya. "Farel, gimana kalo Bibi nanti nggak bisa bayar perempuan itu? Kamu kan tahu, Bibi memang baru aja pindah di sini. Sebenernya, kalo untuk makan dan biaya kehidupan sehari-hari, uangnya masih cukup. Tapi, kalo untuk bayarin perempuan itu, gimana? Bibi bingung loh, Farel." Wanita berkerudung hitam itu melihat ke arah Farel dengan wajah gelisahnya. Namun, tak lama kemudian, Farel menghembuskan nafas panjang. "Nggak papa, Bi. Nanti, Farel juga ikut bantuin Bibi untuk bayar gajinya. Lag
Farel dan Devan saling beradu dalam diam, keduanya hendak menimbang satu sama lain. Lalu, tak lama setelah itu, Devan kembali angkat bicara. "Ariana, Farel sama aku berusaha menyelamatkan kamu, tadi. Terus, pas itu, Farel nyamar jadi pemulung. Tapi, nggak taunya dia itu udah bawa temennya. Keduanya langsung nyergap orang yang udah jahatin kamu, kemarin. Makanya itu, hehehe," ucap Devan sambil tertawa. Lelaki itu hanya bisa diam ketika dirinya berusaha untuk tak mengerti apa-apa. "Hah?! Yang bener aja dong, Devan! Apa katamu tadi?! Beneran, nih?! Jadi, kalian berdua berusaha menangkap orang itu, ya?!" Ariana menaikkan salah satu alisnya. Lantas, keduanya mengangguk kan kepala. Ariana langsung menghembuskan nafas panjang, mengusap peluh di kepalanya, sambil menunggu momen yang tepat, untuknya berbicara. "Huh, untung aja kalo gitu," balas Ariana dengan perasaan ragu. Meski demikian, kedua matanya menoleh ke beberapa arah. Lantas, dirinya langsung memberi salam dan pergi ke dalam ruma
"Siapa yang menyelamatkan siapa, Farel?! Jangan mengada-ngada! Kalo kamu membongkar kasus ini, bisa-bisa Istriku kenapa-napa lagi!" bentak Devan dari dalam mobil. Lelaki itu melirik Farel sekilas. Lantas, ia meneguk ludahnya sendiri. "Seratus! Aku nggak nyangka kamu sepintar itu. Tapi, kamu tenang aja. Aku ke sini untuk ngasih pilihan ke kamu. Yang penting, aku kan udah ngasih tahu kamu lokasinya di sini. Kalo urusan kamu mau ngehajar dia atau enggak, itu urusan kamu. Lagian, aku udah tahu satu korban yang berhasil kabur dari rumah itu," ucap Farel."Apa maksudmu, ha?!" pekik Devan dengan suara lantang. Lelaki itu merasa geram setengah mati. Ingin rasanya dia menghajar Farel, karena baginya, apa yang dia lakukan sama saja membuang waktu percuma."Enggak ada. Aku cuman mau kamu amati aja, siapa orang-orang mereka. Lihat, mereka semua sedang mengobrol di halaman depan rumah. Berpakaian seperti orang biasa. Terlihat seperti orang baik pada umumnya. Tidak ada yang aneh. Rumah mereka juga
Dari kejadian itu, Devan semakin gencar melindungi Ariana. Dirinya tak segan-segan menelepon wanitanya, sekalipun dia berada di hari yang sibuk. Beberapa jam sekali, Devan menyempatkan diri untuk ke kamar mandi dan menelpon istrinya. Ketika jam kerja selesai, dirinya juga tak segan-segan untuk langsung pulang. Sementara itu, Farel langsung bergegas mencari tahu. Tentu saja, dia tidak melakukannya sendiri. Karena, setelah lima hari lamanya, dia menghubungi Devan dan mengajaknya ke suatu tempat. "Van, kamu ada waktu luang, nggak? Kayaknya, aku udah menemukan pelakunya. Dan berita baiknya, aku tahu siapa orang ini. Kamu mau ngasih dia pelajaran?" tanya Farel sembari tersenyum sinis, di balik teleponnya. Deg!Devan menghembuskan nafas panjang. Mulanya, ia kebingungan dengan kalimat Farel yang agak dominan mengarah ke perkelahian. "Tunggu dulu, apa dia adalah seorang wanita? Atau laki-laki? Ariana sebelumnya sudah pernah bercerita denganku. Hanya saja, aku tidak tahu apakah yang meneror
Ariana menundukkan kepala, dia berdiam diri di kamarnya dengan perasaan gelisah. Di satu sisi, Devan juga begitu. Lelaki itu mencoba untuk memikirkan apa yang terjadi selanjutnya. Sampai akhirnya, dia melajukan motor ke jalanan, pergi ke rumah orang tuanya. Sesampainya di sana, dia mengobrol dengan
Devan masih menundukkan kepala, dia tidak mengerti kata apa lagi yang harus dia lontarkan di depan Ariana. "Mas, kamu kok bengong aja, sih?" tanya Ariana, menoleh ke arah Devan dengan wajah curiga. Wanita itu menelan ludah. Apakah perkataanku menyakiti Mas Devan? Hanya pertanyaan itu yang terngiang-
"Aku cuman mau kasih tahu kamu sesuatu aja," ucap Devan dengan wajah gelisah. Lelaki itu mencoba untuk tetap tenang. Sekalipun dia tahu, bila hal itu hanya akan menyakiti wanitanya. "Apa, Mas? Jangan bikin aku gelisah dong, Mas," balas Ariana. Ia mencoba menahan emosinya sendiri. Devan lagi-lagi men
Ariana menelan ludahnya sendiri, dia berkali-kali tersakiti dengan ucapan kedua adiknya. Ariana sesegera mungkin mengambil obat dan berjalan ke arah sang bapak. Tak lupa, dia mengambil air minum. "Pak, Ariana izin masuk, ya," ucap wanita itu dengan tatapan lesu. Rian menganggukkan kepala sembari men












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews