แชร์

27. Penyelidikan

ผู้เขียน: PengkhayalMalam
last update วันที่เผยแพร่: 2025-10-25 23:40:23
Halim mengabaikan Yubi dan segera berangkat tanpa menoleh lagi. Dadanya dipenuhi rasa penasaran yang semakin menjadi-jadi. Apa yang benar-benar terjadi pada keluarga Devan? Dan di mana Rael… anak yang sempat kabur dari tempat ini?

Ia tidak hanya pergi sendirian. Pasukan kerajaan diperintahkan untuk menyertai, membawa bantuan sesuai titah Raja. Namun, dalam hati Halim, yang ada bukan niat untuk menolong—melainkan mencari kebenaran yang sudah terlalu lama mengambang.

Perjalanan terasa panjang da
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   136. Sistem Merofa

    Suara tembakan terus menggema dari utara. Tidak acak seperti baku tembak biasa—lebih teratur, bertahap, lalu disusul ledakan pendek yang membuat tanah bergetar ringan.Pasukan besar benar-benar sudah bergerak.Mira memandang cahaya api di kejauhan sambil tersenyum tipis tanpa humor. “Nah. Sekarang semua mulai saling bunuh.”Serath tetap fokus menghitung arah suara. “Bukan pertempuran penuh.”Lina menoleh cepat. “Kok bisa tahu?”“Karena mereka masih mengukur kekuatan lawan.”Rael masih menatap Veyr.“Dan kau sengaja menahanku di sini.”Veyr tidak menyangkal.“Kalau kau langsung bergerak ke utara, kau masuk di tengah benturan pertama.”“Masih lebih baik daripada bicara muter-muter.”Veyr tertawa kecil.“Aku mulai mengerti kenapa Arkos tertarik.”Namun sebelum percakapan berlanjut—salah satu pasukan simbol hitam tiba-tiba bergerak mendekati Veyr dan berbisik cepat di telinganya.Ekspresi Veyr berubah sedikit.Kecil.Namun cukup membuat Rael langsung waspada.“Apa?” tanya Rael.Veyr tida

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   135. Jalan Desa

    Angin malam bergerak pelan di antara rumah-rumah kosong Wilin. Tidak ada warga. Tidak ada suara hewan. Hanya bunyi kayu tua yang sesekali berderit tertiup angin.Veyr memegang pedangnya rendah, santai, tapi posisi kakinya stabil.Rael langsung tahu—orang ini jauh lebih berbahaya daripada pasukan simbol hitam biasa.Bukan karena ukuran tubuh.Karena ketenangannya.Mira bersandar di pagar kayu rusak sambil memperhatikan. “Aku mulai penasaran siapa yang mati lebih dulu.”“Semoga bukan kita,” gumam Lina.Serath tetap fokus penuh pada Veyr. “Perhatikan cara dia berdiri.”Lina menyipitkan mata. “Apa?”“Tidak ada gerakan sia-sia.”Rael mulai bergerak lebih dulu.Langkah pendek.Cepat.Tidak ada ancaman berlebihan.Veyr langsung merespons.Dentang logam keras memecah sunyi desa saat bilah pendek mereka bertemu.Sekali.Lalu langsung terpisah lagi.Tidak ada yang terdorong mundur.Namun mata Mira sedikit berubah.“Oh,” katanya pelan. “Cepat juga.”Veyr menyerang lebih dulu kali ini. Tebasan p

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   134. Lorong Gelap

    Lorong rel tua mendadak terasa lebih dingin setelah kalimat itu keluar. Bahkan Mira yang sejak tadi terlihat santai kini berhenti memainkan pisaunya.Rael menatap Kaiven lurus. “Siapa?”Kaiven menggeleng. “Tidak ada identitas pasti.”“Jumlah?”“Satu orang.”Lina langsung mengerutkan dahi. “Satu orang masuk lebih dulu ke wilayah yang bakal jadi medan tabrakan pasukan?”Mira mendengus kecil. “Entah sangat hebat… atau sangat gila.”Serath justru terlihat lebih waspada daripada sebelumnya. “Tidak. Itu lebih buruk.”Rael langsung memahami maksudnya.Kalau hanya satu orang dikirim lebih dulu sebelum pasukan besar bergerak—berarti orang itu punya tujuan khusus.Bukan penyerangan terbuka.Eksekusi.Pengambilan.Atau pengamatan.“Kapan dia masuk?” tanya Rael.“Sekitar tadi pagi.”Rael menghitung cepat dalam kepalanya.Kalau bergerak sekarang tanpa berhenti, mereka masih punya kemungkinan tiba sebelum situasi sepenuhnya jatuh.Kemungkinan kecil.Tapi masih ada.“Kita bergerak,” katanya singkat

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   133 dewan

    Ruangan itu kembali hening setelah kalimat tersebut keluar. Bahkan Mira yang biasanya cepat bercanda kini hanya menatap peta Benteng Merova tanpa komentar.Rael memecah sunyi lebih dulu.“Apa maksudnya lebih tua dari Dewan?”Wanita tua itu menyandarkan tangan mekanisnya ke meja. Suara logam kecil terdengar pelan.“Sebelum Dewan menyatukan wilayah, jalur distribusi dan pengawasan dikendalikan oleh pusat-pusat benteng lama.”Serath langsung memahami arahnya. “Sistem pra-penyatuan.”Wanita itu mengangguk. “Sebagian dihancurkan. Sebagian ditinggalkan.”“Dan Merova?”Drev menjawab kali ini. “Tidak pernah benar-benar ditemukan kosong.”Lina mengerutkan dahi. “Itu kalimat yang aneh.”“Karena tempatnya memang aneh,” jawab Mira.Ia berdiri lalu mengambil satu peta tua dari lemari samping. Kertasnya sudah kusam dan sebagian sudutnya terbakar.“Benteng Merova ada di tengah jalur tua utara dan tengah. Dulu tempat itu dipakai mengatur suplai, pergerakan pasukan, dan komunikasi antarwilayah.”Rael

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   132 Wilayah Hitam

    Senyum tipis Arkos tidak hilang setelah jawaban itu. Justru matanya tampak sedikit lebih hidup, seolah akhirnya menemukan sesuatu yang sesuai harapannya.“Menarik,” katanya pelan.Rael berdiri diam di depan gerbang, tangan kosong, tapi semua orang di wilayah hitam bisa merasakan tekanan yang mulai terbentuk di antara keduanya.Bukan karena ancaman terbuka.Karena keduanya terlalu tenang.Drev turun perlahan dari platform dan berdiri di sisi kiri Rael. “Kalau ini hanya kunjungan, cepat selesai.”Arkos meliriknya sebentar. “Aku menghormati tempat ini.”Mira mendecak. “Orang yang bilang begitu biasanya mulai perang seminggu kemudian.”Beberapa orang wilayah hitam tertawa pendek.Namun barisan di belakang Arkos tetap tidak bergerak sedikit pun.Disiplin penuh.Serath memperhatikan detail itu dengan serius. “Mereka bukan campuran kelompok,” katanya pelan pada Lina. “Mereka dilatih bersama.”“Itu buruk?”“Itu sangat buruk.”Rael tetap fokus pada Arkos. “Kau datang jauh-jauh cuma untuk melih

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   131. Bertemu Penjaga

    Rael mengambil lembar sketsa itu tanpa meminta izin. Kertasnya tipis, tapi detail wajah pria bernama Arkos digambar dengan presisi tinggi—mata tenang, rahang tajam, ekspresi yang terlalu stabil untuk seseorang yang sedang diburu banyak pihak.Tidak terlihat seperti pemimpin perang.Itu justru membuatnya lebih berbahaya.“Ini saja?” tanya Rael.Drev mengangguk kecil. “Sedikit orang pernah melihat langsung.”“Dan yang melihat?”“Sebagian mati. Sebagian berpindah pihak.”Lina mengangkat alis. “Aku sangat tidak suka bagian kedua.”Mira duduk di tepi meja sambil menyilangkan kaki. “Arkos tidak memimpin seperti penguasa biasa. Dia tidak membangun organisasi besar terbuka.”“Lalu?” tanya Serath.“Dia masuk ke struktur yang sudah ada,” jawab wanita tua itu. “Lalu mengubah arahnya dari dalam.”Rael membaca laporan singkat di bawah sketsa.Perubahan distribusi.Hilangnya pengendali wilayah.Konflik yang tiba-tiba membesar setelah bertahun-tahun stabil.Semua pola itu—muncul beberapa bulan tera

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status