Share

Bab 144

Author: Skyy
last update publish date: 2026-01-20 22:38:30

Begitu mereka mengincar seseorang, tidak ada ruang untuk penolakan.

Namun Harris hanya tersenyum dingin. “Aku tidak tertarik bergabung dengan klub mana pun. Jadi jawabanku tidak.”

Hening.

Semua orang menatapnya dengan mulut ternganga.

Dia… menolak?

Banyak mahasiswa di Arcapura bermimpi mati-matian untuk masuk Sentra Bela Diri Garuda Merah. Tapi Harris menolaknya begitu saja?

Bahkan secara terang-terangan!

Itu sama saja seperti menampar wajah mereka di depan umum.

Suasana mendadak menjadi tegang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 330

    Melihat keadaan tersebut, Rey akhirnya sedikit menghembuskan napas lega. Walau sejak awal dia bersikap tenang, dalam hati dia tahu pertarungan terbuka bukanlah pilihan yang bijaksana. Jika berhadapan langsung, peluang menangnya hampir tidak ada.Untungnya, kekuatan terbesar yang dimilikinya bukanlah duel frontal. Keahliannya terletak pada kemampuan bersembunyi, menunggu kesempatan, lalu menghabisi lawan dalam satu serangan mematikan. Semua itu berasal dari teknik siluman yang selama ini menjadi andalannya.Teknik Langkah Senya, selama teknik itu digunakan, bahkan kultivator yang memiliki tingkat kekuatan beberapa level di atasnya pun sangat sulit menemukan jejak keberadaannya. Karena keyakinan itulah, Rey percaya dirinya masih memiliki peluang mengalahkan Harris.Tatkala merasa waktu yang ditunggu akhirnya tiba, dia langsung bergerak.Whossh!Tubuhnya melesat tanpa suara dari belakang Harris, sementara belati di tangannya menebas lurus ke arah leher dengan kecepatan yang nyaris mustah

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 329

    Ucapan itu langsung memicu kegemparan.Tatapan penuh keterkejutan dan rasa penasaran memenuhi arena.Semua mahasiswa mengetahui bahwa Universitas Arcapura memiliki seorang yang menduduki peringkat pertama, tetapi identitasnya selalu menjadi misteri. Tidak ada yang pernah benar-benar melihatnya, sehingga keberadaannya nyaris seperti legenda di dalam kampus.Dion dan Raditya, yang masing-masing menempati posisi kedua dan keempat, tentu mengenal Rey jauh lebih baik daripada siapa pun di tempat itu. Kemampuan silumannya benar-benar sulit dipercaya. Bahkan jika pria itu berdiri tepat di samping seseorang, keberadaannya tetap nyaris mustahil disadari.Mereka pernah beberapa kali menantang Rey untuk berlatih tanding. Namun hasilnya selalu sama, keduanya dikalahkan hanya dalam satu gerakan.Kekuatan Rey sudah berada pada tingkatan yang benar-benar berbeda dibandingkan para ahli bela diri lainnya di Universitas Arcapura. Kekuatan Rey memang sudah berada di tingkatan yang berbeda dibandingkan p

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 328

    Tatapan dingin Harris membuat Raditya dan Dion tanpa sadar menegang. Tekanan yang dipancarkan pria itu terasa seolah mereka sedang berhadapan langsung dengan seekor singa jantan, memaksa naluri mereka memperingatkan bahaya.Dion menjadi orang pertama yang bereaksi. Ia segera mengangkat kedua tangan sebagai tanda tidak berniat menyerang, lalu berkata dengan nada hati-hati, "Harris, jangan salah paham. Kami datang bukan untuk mencari masalah.""Namun, Universitas Arcapura memiliki aturan mutlak yang melarang pembunuhan. Meski Bastian memang pantas menerima hukuman atas perbuatannya, dia tetap tidak boleh mati."Raditya yang berdiri di sampingnya langsung mengangguk membenarkan.Keduanya berbicara dengan sangat sopan karena sudah menyaksikan sendiri kekuatan Harris. Mereka sadar betul bahwa jika benar-benar bertarung, peluang menang nyaris tidak ada. Karena itulah, mereka berusaha menghindari kesalahpahaman yang dapat memperkeruh keadaan.Sikap hati-hati mereka segera menarik perhatian s

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 327

    Raditya terdiam sejenak, lalu menjawab dengan suara datar. "Bukan sekadar melampaui. Jarak kekuatannya sudah terlalu jauh."Seandainya mendengar ucapan itu beberapa saat sebelumnya, Dion pasti akan menganggap Raditya sedang melebih-lebihkan. Namun setelah menyaksikan sendiri apa yang baru saja terjadi, ia benar-benar tidak memiliki alasan untuk membantah.Di atas arena, Harris sama sekali tidak memedulikan Arkan beserta tiga rekannya yang terkapar di luar arena. Seusai melepaskan cengkeramannya dari kepala Bastian, ia perlahan berdiri dengan ekspresi tetap setenang sebelumnya.Keadaan Bastian saat itu sudah mengenaskan. Seluruh wajahnya dipenuhi darah hingga bentuk hidung dan matanya nyaris tak lagi bisa dikenali, sementara setiap erangan yang keluar terdengar begitu lemah seolah nyawanya dapat putus kapan saja.Meski begitu, ketika Harris akhirnya melepaskan tangannya, Bastian tetap merasakan secercah kelegaan karena siksaan yang baru saja dialaminya akhirnya berhenti.Meski kondisin

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 326

    Sementara itu, para penonton hanya bisa menggeleng pelan. Keempat orang yang menyerbu merupakan petarung papan atas Universitas Arcapura, sehingga serangan gabungan mereka nyaris mustahil dihindari.Dalam pandangan mereka, sekalipun Harris mampu bereaksi, hasil akhirnya tetap tidak akan berubah. Namun, kenyataannya justru berbanding terbalik.Tepat ketika empat serangan itu hampir mencapai sasaran, Harris akhirnya bergerak. Bahkan tanpa mengangkat pandangan sedikit pun, ia hanya mengangkat sebelah tangan lalu mengibaskannya dengan santai ke arah mereka."Enyahlah!"WHOOSSHH!Gelombang energi yang mengerikan langsung meledak dari telapak tangannya dan menyapu keempat orang itu tanpa ampun.Ekspresi Arkan beserta tiga rekannya seketika berubah drastis. Sebelum sempat melakukan apa pun, tubuh mereka sudah terpental keluar arena seperti dedaunan yang diterjang badai, lalu menghantam tanah dengan keras."Ugh—!"Keempatnya memuntahkan darah hampir bersamaan. Wajah mereka memucat, napas menj

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 325

    Selesai berteriak, Kayla menoleh ke arah Vina Lestari dengan senyum penuh kemenangan. "Bagaimana? Masih mau bilang Harris cuma omong besar?"Wajah Vina langsung memucat. Meski begitu, ia tetap menggertakkan gigi dan mendengus sinis. "Huh! Apa yang bisa dibanggakan? Bastian memang yang paling lemah di antara lima petarung terkuat Sentra Bela Diri Garuda Merah. Kalaupun Harris bisa mengalahkannya, bukan berarti dia sanggup menghadapi yang lain."Kayla hanya membalas dengan senyum mengejek. "Kalau begitu, buka matamu lebar-lebar dan lihat sendiri sampai akhir!"Di atas arena, kondisi Bastian kini benar-benar mengenaskan. Hidungnya remuk, seluruh giginya tanggal, wajahnya dipenuhi darah dan luka, bahkan beberapa bagian kulitnya telah robek akibat benturan bertubi-tubi.Kesombongan yang tadi memenuhi wajahnya telah lenyap tanpa bekas."Aaargh! Wajahku! Sakit... sakit sekali!"Bastian menjerit histeris. Darah terus mengucur dari wajahnya yang sudah nyaris tak berbentuk, sementara rasa takut

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 239

    Sebelum melompat, Harris sudah mengarahkan lajunya menjauh dari kerumunan. Jika tidak, ledakan itu bisa menyeret banyak orang.Meski begitu, wajah para penonton tetap pucat.Bencana!Ini benar-benar bencana!Namun di tengah kekacauan itu, sosok yang seharusnya paling tidak mungkin selamat justru me

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 234

    “Tuan, apakah Anda sedang mencari kendaraan yang cocok?” Nada itu sangat ramah. “Izinkan saya merekomendasikan satu unit untuk Anda. Saya jamin Anda akan puas.”Harris menoleh, ia melihat seorang pria paruh baya bertubuh pendek dan gemuk, mengenakan setelan hitam, sedang tersenyum padanya.Harris s

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 233

    Kirana tertegun. “Kau... sudah mempelajarinya?”Kirana terdiam sejenak, lalu menatap Harris dengan ekspresi terkejut. “Secepat itu?”Harris mengangguk santai. “Aku hanya melihatmu mendemonstrasikannya sekali. Tidak terlalu sulit.”Sekali lihat langsung paham?Kirana benar-benar tercengang.Saat per

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 232

    “Ahhh!”Jeritan melengking menggema di lintasan saat Kirana mencengkeram setang sekuat tenaga, berusaha mengendalikan sepeda motor yang mendadak liar dan sulit ditaklukkan. Namun situasinya jauh dari mudah.Di satu sisi, lonjakan akselerasi yang tiba-tiba membuatnya panik. Dalam keadaan kalut, Kira

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status