LOGINMikhaila Ameera Violetta POV
Empat hari di rawat di rumah sakit ini, akhirnya aku sudah diperbolehkan untuk pulang. Seharusnya aku bahagia ketika mengetahui jika aku diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Sayangnya tidak kali ini. Aku sedikit tidak bahagia dengan kabar itu. Karena aku tidak punya tujuan ke mana aku akan pulang selain ke apartemen Maureen. Aku
Mikhaila Ameera Violetta POV Aku menatap penampilanku di depan cermin malam ini. Dari ujung rambut sampai ujung kaki semua sudah terlihat sempurna. Namun sayangnya karena aku sedikit tidak bahagia melakukan semua ini, rasa malasku bisa terlihat dari aura wajahku. Bara saja bisa melihatnya dengan jelas hingga ia memilih memelukku dari arah belakang tubuhku."Yang, setelah kita ambil hasil tes HSG dan tes analisa sperma kemarin, ini adalah jalan selanjutnya. Kita coba minta doa dari orangtua."Ya, memang beberapa hari yang lalu aku dan Bara mengambil hasil tes kami berdua di rumah sakit. Hasilnya benar-benar memuaskan. Tidak ada sumbatan atau masalah di tuba falopiku. Kualitas benih Bara juga baik. Aku tanyakan kepada dokter Hans apakah ka
Bara Nareswara POVSepertinya ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Ini terbukti dari hasil rapat yang baru saja aku ikuti bersama Papa dan jajaran petinggi perusahaan. Bisa dibilang omset penjualan menurun meskipun tidak secara signifikan, tapi sejak memasuki bulan September hingga kini ke Oktober benar-benar menunjukkan penurunan. Kata Papa hal ini wajar karena hampir masuk tahun politik. Aku tidak paham hubungannya apa, tapi kata Papa tidak perlu dicemaskan secara berlebihan. Perusahaan ini sudah berhasil melewati masa-masa pandemi yang cukup berat hingga kami harus merumahkan berapa persen karyawan kami. Semoga saja situasi saat ini tak akan seburuk beberapa tahun lalu. Jika mengingat masa itu, aku cukup prihatin melihat apa yang terjadi pada keluargaku. Selain karena kondisi perusahaan yang morat-marit, Papa bahkan sampai masuk ke rumah sakit k
Mikhaila Ameera Violetta POVDua hari ini bagian intiku terasa sedikit sakit setelah menjalani tes HSG di rumah sakit. Karena aku sudah mengeluh setelah menjalani tes HSG, maka Bara memutuskan bahwa tes torch untuk kami akan dilakukan lain waktu saja. Padahal aku berharap kami akan bisa langsung melakukannya agar tidak bolak balik ke rumah sakit.Aku juga berharap hasil pemeriksaan kami yang akan kami ambil minggu depan benar-benar baik. Terpaksa aku harus mengundur waktu untuk mengambil hasil tes itu karena Bara tidak mengijinkan aku mengambilnya sendiri. Mungkin dia takut jika kejadian dulu saat aku mengambil tes kehamilan Langit akan terulang lagi."Yang, aku hari ini pulangnya telat, jadi nanti kamu makan malam sendiri aja, ya?"
Bara Nareswara POVSetelah lima hari aku di rumah, akhirnya kini aku merasa kondisiku sudah kembali sehat. Ini juga pertanda bahwa aku dan Mikha bisa langsung menuju ke tempat dokter Hans praktek. Karena aku sakit, maka aku tidak menyentuh Mikha selama lima hari. Itu juga bagus karena Mikha bisa langsung melakukan tes HSG kali ini tanpa harus menunggu-nunggu lagi."Kita nanti sekalian aja ya, Bar. Selain aku HSG, kamu tes AS, kita tes torch aja biar enggak bolak balik.""Ngikut deh, Yang. Mau di tes apapun, aku yakin kita sehat.""Okay, kalo begitu, nanti kamu sendirian ya mainin dedeknya sampai keluar benihnya yang mau dites."
Mikhaila Ameera Violetta POVBiasanya Bara cukup bisa aku percaya untuk tidak menebarkan benihnya di dalam ladangku terlebih selama satu tahun ini. Apalagi dia juga yang melarang diriku untuk tidak memakai alat kontrasepsi yang ditanamkan di dalam tubuh. Tapi apa yang terjadi saat aku mengatakan bahwa aku sudah siap untuk hamil lagi? Ya, Bara tidak bisa dipercaya. Dia akhirnya membuang benihnya di dalam ladangku sebanyak satu kali diakhir sesi kami bercinta. Ingin protes, tapi bukankah tujuanku menyusulnya memang untuk hal ini?"Lo ngapain sih diam aja di pojokan begini?"Pertanyaan yang datang dari salah satu kru Bara membuatku tersenyum."Enggak pa-pa, Mas. Lagi nungguin Bara seles
Dua minggu ini aku memilih mengambil WFA. Itu semua karena janjiku pada Kafka dan El. Aku harus menghargai mereka karena mereka juga sudah menghormati pilihanku selama beberapa bulan ini untuk fokus pada kehidupan rumahtangga dan pekerjaan baruku. Kini tibalah saatnya kami untuk mempromosikan mini album terbaru kami sekaligus ini adalah momment di mana aku bisa keluar dari rutinitas harianku di kantor yang nyatanya membuatku cukup jenuh. Memang aku menikmati waktu pagi dan malamku karena aku bisa selalu bersama dengan Mikha, namun sebenarnya pekerjaan inilah yang aku cintai."Lo ngapain sih, Bar di balkon sendirian gini? Home sick lo?"Aku tersenyum kala mendengar perkataan Kafka."Enggak.""







