เข้าสู่ระบบZafir dan Naura Wajendra adalah bintang utama di dunia bisnis dan deretan keluarga konglomerat. Namun, pernikahan sempurna itu hancur saat Naura tak kunjung hamil, dan Zafir membawa wanita lain ke dalam kediaman mereka. "Aku lebih mampu mempersembahkan seluruh daratan benua untukmu, bahkan membuat para pemimpin dan Raja berlutut padamu. Karena itu, ceraikan suamimu." Kalimat penuh keangkuhan itu diucapkan oleh Arjuna Renjana sambil menatap dalam mata Naura.
ดูเพิ่มเติม"oh no! Oh no!!!" She screamed more like a whisper.
"Please don't!" She held the air with force like she was holding a real human being."Cut!!" The judge yelled abruptly
Paige stood still and looked at the director.
"What role are you given again, Miss Williams?""The female lead sir," she answered with politeness
"Oh, the female lead, right. I thought the role you are to play was a seductress cause you are acting like one,""I will try harder sir,"
"Yeah, try harder." He scowled at her giving shiver down her spines.
"Oh no! Oh no!!" Paige started acting. She needed to impress the director and the remaining unfamiliar judges.
But to her expectations, only the director didn't like her acting at all.Only to the director's eyes, acts like a fool on stage.
"Okay, okay, cut!!!" The director yelled and the other judges looked at him.
"But we see nothing wrong with her acting, she is good," the judge beside the director said.
"Who is the director here? Is it you or me, you are the Ass.manager. So shut up!!" He commanded having a face like thunder."You are not fitted for this play. If you wanna be an actress, a seductive actress would be better," he yelled at her.
Paige just stood there with her head bowed like a total failure. Geez!
"Now get the hell outta here, you are so irritating,"
Paige walked away almost instantly. She was almost in tears and also upset, not with the manger, but upset with herself.
She shouldn't have participated in the role but trying was the best.The director only got sent her away cause she declined to his offer to be an actress. He asked for s*x with her, but she declined without hesitation.
Since then the director would stop at nothing to kick her out of her acting career, but now he succeeded.
"How wonderful," Paige muttered.
She took her phone from her back pocket and dialed Shelby's digits.
"Shelby?""Hey babe," Shelby answered. She was damn busy with her manicure. "So...how did it go?"
"Bad," Paige replied.
"I knew that director b@stard would do something stupid,""And he did. He is really a b@stard."
"So, what are you gonna do now?""I was thinking of trying again with the diva's restaurant,"
"Good girl!" Shelby exclaimed. "Now you have come to your right senses. You just picked the right thing."
"Not all people can be rich. Well, mind me, we are both middle class girls, we are not like that rich asshole, Sasha, who would give up her enlarged p*ssy for some dollars,"
"Should I come pick you up or vice versa?" Shelby asked.
Paige looked at the deserted road and sighed softly.
"Come pick me up. No taxi over here,""Great! I will be there in 10 minutes, and I will be sure bit to ruin my mani's. They are so precious to me," Shelby muttered taking a look at her coloured fingernails.
"Just be here,"
****
"Sir, this are the documents," his secretary gave him the documents for the arrival of the new food industry,"
"Cancel my deal with them,"
"Sir?!"
"I don't repeat myself Simeon.""Okay sir,"
She walked out of his office.Boss man twirled and picked up the already done document on his table.He stood up looking going it. He skimmed and did nothing else but to walk around.
He stopped and looked at his wristwatch.
He smirked.
****
"Woahhh..." Paige stared at the television in amusement.She was admiring the man on the television who was walking around with heavily built guards around him."Who?" Shelby asked.
"Him," she pointed to the handsome looking man walking with guards around him.
"Um, that's probably Aaron. Mr Aaron Lee, the second son of the richest multi billionaire in the world,"
"Whoaa, that's cool,"
"Actually, he isn't that cool. Have you ever made encounter with his brother Ryan Lee, he is the coolest out of the coolest. He is rich tycoon, a multi billionaire and the most handsome man I have ever seen,"
"Wow,"
"But he is addicted to his work, he is dedicated to business. I don't think I like him for that,"
"What do you expect from a rich man? All they care about is business and nothing else,"
"But, I prefer Aaron. He is cool,"
"I wish I was a billionaire," Paige muttered."Oh, there he is,"
"Who?"
"Look at that man coming out of that side," Shelby pointed to the man coming out of the other parked car."That incredibly handsome man, is that the Ryan?"
"Yeah. He is awesome in everything. But I can never have him as boyfriend, I will so feel bored staying with him,"
"Yeah, who doesn't know the great and mighty Shelby. When fun is included in her curriculum vitae, she isn't completed," Paige chuckled and she pout her lips.
"So...when do you plan to visit Madame. You know how she can be. I might not be working there, buh I know who she is,"
Paige sighed softly and stomped her head on the cushion.
"That b@stard is the cause of all this nonsense. I will go tomorrow. If she doesn't employ me, then I am ruined. Ruined forever,"
She muttered.
"Madame may be brutal and annoying but I am sure she have a kind heart." Shelby said.
"Yeah, great of you to know her characteristics," Paige teased.
Satu minggu tepat ajakan menikah Arjuna, pria itu benar-benar mewujudkannya. Naura berdiri dengan gaun pengantin putihnya, bibirnya tersenyum tipis menatap sosoknya sendiri di cermin. Mela dan Kate berdiri di kedua sisinya, mereka ikut tersenyum bahagia. "Selamat, anakku yang manis. Jika ayahmu melihat ini, pasti dia menangis bahagia," ucap Mela, kedua matanya berkaca-kaca saat mengatakan ini. Naura tersenyum dan memeluk Mela. "Semua ini terjadi karena doa ibu yang selalu membantuku."Setelah Naura melepas pelukannya, kini giliran Kate yang menangis. "Ada apa, Kate?" tanya Naura sambil tersenyum tipis. "Saya merasa terharu, karena akhirnya nyonya bisa bahagia tanpa banyak pihak yang mengganggu," jawab Kate cepat di tengah isak tangisnya. Naura terkekeh, lalu memeluk Kate. "Terima kasih banyak karena selalu setia padaku, Kate.""Sebuah kehormatan untuk saya, nyonya," jawab Kate sambil menahan air matanya agar tidak jatuh mengenai gaun pengantin Naura. "Kalau begitu ibu akan kel
Zafir terbatuk keras sebelum akhirnya dia jatuh berlutut di lantai sambil menahan darah yang terus mengalir keluar melalui punggungnya. "Zafir..." ucap Naura, dia tetap mendekat meskipun Zafir menahannya. Kedua tangan Naura gemetar, matanya mulai menatap khawatir ke arahnya Zafir. "Kenapa kamu melakukan ini?""Karenamu, apa lagi?" jawab Zafir tanpa ragu di tengah kerumunan yang memperhatikan mereka. "CEPAT PANGGIL DOKTER! KENAPA KALIAN HANYA MELIHAT?!" Bentak Naura pada kerumunan yang hanya diam menonton. Sela tiba-tiba tertawa dari atas sana, kemudian dia berkata,"Aku tahu kamu akan dilindungin oleh siapapun itu."Naura kembali menatap Sela, kali ini tatapannya tajam. "Apa semua ini tidak cukup untukmu?""Berhenti menyakiti mereka, Sela! Bukankah aku yang ingin kamu hancurkan?!" Tiara mendekat ke arah Naura dan merentangkan tangannya untuk melindungi Naura dari bidikan pistol Sela. Sela hanya menatap datar Tiara, lalu tiba-tiba menarik pelatuk pistolnya kembali, namun kali ini b
Satu minggu setelah pertemuannya dengan Tiara, Mansion Tirta kedatangan surat undangan perayaan ulang tahun keluarga Bara. Naura tengah bersiap-siap, wanita itu duduk tenang di meja riasnya seperti biasa. "Apa belum ada kabar dari Arjuna?" tanya Naura, hari ini genap tiga minggu dirinya dan Arjuna tak bertemu. Kate menggeleng pelan. "Belum, nyonya. Saya juga sudah mencoba mencari kabar beliau melalui tuan Damian, tetapi masih belum ada kabar juga."Naura mengangguk mengerti, lalu memilih untuk segera menuju mobil di halaman depan. Sudah tiga hari Arjuna jarang memberinya kabar, entah kesibukan seperti apa yang menimpa pria itu. Naura jelas berbohong jika dirinya tidak khawatir, namun yang lebih jelas lagi adalah dia percaya pada Arjuna. Sampai di Mansion Bara, karpet merah menjuntai menyambut kedatangan Naura. Begitu sosoknya turun dari mobil, jepretan kamera secara cepat menyambarnya. Naura tetap tersenyum dan terus melangkah maju melewati lautan wartawan di sisi kanan dan ki
"Maaf karena sebelumnya saya sempat tiba-tiba menghilang dan membuat Anda khawatir," ucap Tiara dengan raut wajah cemas. Naura tersenyum tipis dan mengangguk. "Saya mengerti, nyonya Bara."Tak lama senyum halus Tiara hilang, pandangan matanya pun perlahan turun. "Situasinya sedang sangat tidak baik."Naura memilih untuk tetap mendengarkan, menunggu wanita itu selesai menjelaskan. "Presiden menekan saya menggunakan adik laki-laki saya yang sedang berkuliah di Amerika. Tak satupun kerabat internal Bara yang bersedia membantu, kami semua takut." "Apa tidak ada kerabat yang sebelumnya--""Tidak ada, nyonya. Saya benar-benar tidak berdaya, mereka menganggap saya tidak mampu melindungi keluarga Bara, jadi mereka tidak berani mengambil risiko." Potong Tiara, membuat Naura kembali terdiam. "Yang membuatnya semakin sakit bukan karena saya teringat fakta bahwa suami saya selingkuh, tetapi saat saya sadar setelah semua usaha yang saya lakukan, saya tetap tidak bisa membuat orang-orang yang s
“Bawa Evelyn ke belakang dan lepas kalung yang dikenakan wanita itu”.Kening Naura sedikit terlipat dan perasaan marah kembali bergejolak di dalam dirinya. Bagaimana bisa Evelyn mengenakan kalung yang sama persis dengan yang ia kenakan? Tidak hanya bentuknya yang sama, tapi momen yang dipilih juga
"Hati-hati, Evelyn!!" Suara itu membuat Naura memandang ke luar jendela mobil.Di sana, Zafir terlihat sedang membantu Evelyn untuk berjalan masuk ke mobilnya karena wanita itu terlihat lemah dan rapuh. Naura lalu mengalihkan pandangannya ke arah iPad dan berusaha untuk fokus ke laporan keuangan
"Jika seperti itu masalahnya, maka lebih baik menggunakan langkah yang kamu usulkan. Namun, sejujurnya aku sedikit terkejut karena pihak Renjana akan menyerahkan masalah ini pada kita." kata Zafir sambil duduk di kursi kerjanya. Raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sedang berpikir serius. Naura me
Keesokan harinya, Naura sibuk bekerja di ruang kerja. Setelah menandatangani semua dokumen, wanita itu menyandarkan punggungnya ke kursi dan menghela napas. Dia masih terganggu dengan acara makan malam yang berakhir memalukan kemarin.Sembari dipenuhi rasa canggung, Naura mulai melakukan panggil












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม