LOGIN"Puaskan saya malam ini! Bermainlah bersama saya dan buat saya puas dengan permainanmu!" *** Mulanya Tari hanya memberikan kesaksian jujur di hadapan media terkait skandal bosnya sendiri, tetapi justru dia masuk lubang petaka. Fergie Wintari harus menelan fakta bahwa keperawannnya telah direnggut oleh Baskara Samudra yang tidak lain adalah presiden direktur sekaligus atasannya sendiri. Lambat laun kehidupan Tari semakin hancur karena sikap kejam Baskara. Sampai akhirnya dia mendapatkan sebuah dorongan. Tari bertekad membalaskan dendam pada Baskara dengan cara menghancurkan hidup dan menjadikannya orang paling menderita di dunia. Paksaan menikah dari sang Bos menjadi momentum yang tepat. Usai menikah dia berhasil menguasai Baskara hingga menjadikan pria itu tidak berdaya di tangannya. Apa yang membuat seorang Baskara takluk di hadapan asisten rendahan seperti Tari? Kelemahan apa yang dimiliki petinggi sepertinya hingga berhasil luluh di hadapan sang Asisten? Lantas apakah Tari berhasil membalaskan dendamnya pada Baskara atau justru dia terjebak perasaan karena lambat laun sikap Baskara padanya berubah romantis?
View More"Selamat atas pernikahan kita, Sayang."Baskara menyusuri sepanjang tubuh Tari yang masih berbalut gaun mewah merah menyala. Baskara meniup pelan telinga Tari sebelum bibirnya berhenti di pipi sisi kiri.Cup!Satu kecupan mendarat. Disertai gigitan kecil hingga Tari melenguh geli. Refleks tangan Tari mendorong tubuh Baskara."Mas, aku mau ganti baju. Permisi."Tari hendak melangkah pergi, tetapi tubuhnya lebih dulu dikurung oleh tangan kekar Baskara."Mau aku bantu melepaskan bajumu?" tanyanya dengan tatapan mesum.Tari memalingkan muka. "Tidak perlu!"Bruk!Tubuh Tari didorong keras ke ranjang hingga dia jatuh tertelentang. Ini yang dimau Baskara.Pria itu kembali menaiki tubuh Tari dengan senyum kemenangan.Ya, hari ini Tari dan Baskara resmi menikah. Tentu secara sembunyi-sembunyi karena Baskara tidak mau pernikahannya yang keem
Kalau ditanya tentang tujuan hidup, mungkin Tari hanya punya satu jawaban. Yaitu mencari uang sebanyak-banyaknya.Bukan tanpa alasan. Sejak kecil hidupnya sudah serba kekurangan. Memasuki dunia perkuliahan pun dia harus banyak-banyak menelan pil pahit karena harus mencari biaya kuliahnya sendiri.Di samping itu, dia harus diteror sekian banyak rentenir setiap harinya. Ibu sudah terlalu banyak berutang sampai Tari bingung harus membayar dengan cara apa lagi setelah menggadaikan laptop dan televisi.Hidup tidak adil, memang. Di saat teman-teman seusianya hanya sibuk belajar dan hura-hura, Tari harus bekerja sepanjang malam di berbagai tempat.Sampai kemudian seorang pria menawarinya pekerjaan jadi bartender di sebuah club malam. Tak cukup sampai di situ. Dia juga memberinya iming-iming kos mewah di dekat kampus. Semula Tari menolak, tetapi mengingat gaji yang cukup besar, akhirnya dia menyetujuinya.Selama dua mingg
Karena gairah Baskara semakin meningkat, pria itu tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Terlebih Tari berkali-kali mendesah tanpa perlawanan sedikit pun.Baskara segera membawa Tari ke dalam kamar. Dia sudah lupa dengan masakannya di atas kompor ataupun cucian yang masih belum rampung di wastafel.Begitu sampai kamar, tubuh Tari langsung dibanting ke ranjang dan Baskara kembali menyesapi sekujur tubuhnya dengan lebih liar lagi.Baskara mulai melepas satu per satu pakaian yang membalut Tari. Setelah itu dia beralih melucuti dirinya sendiri.Wanita itu mengenakan bra yang hampir serupa seperti kemarin malam. Berwarna merah, dengan sedikit hiasan di tengahnya. Bra itulah yang membuat Baskara semakin dan bermain jauh lebih beringas dari sebelum-sebelumnya.Begitu seluruh pakaian mereka terlepas, adegan panas kembali terjadi. Tari hanya bisa pasrah karena pertahanan Baskara jauh lebih kuat dari dirinya."Tuan ..., sakit ....""Biar aku ajari cara bermain yan
"Saya baru saja melihat riwayat lokasi yang kamu kunjungi. Sudah satu jam yang lalu kamu tiba di perusahaan, tapi kenapa kamu tidak kunjung kembali ke ruangan saya?" Sudah Tari duga. Satu langkah masuk ruangan saja omelan sang Bos langsung meledak. Tari memaki, yang tentunya hanya dalam hati. "Tadi ada karyawan yang mengajak saya mengobrol, Tuan." Alibi Tari. Mata Baskara tidak lepas dari komputer di mejanya. Wajahnya terasa semakin mencekam begitu mendengar jawaban Tari. "Di mana?" "Di lobi." Baskara tertawa garing. Tari akui dia salah. Sejak tadi ponselnya dipegang oleh Raka. Yang mana Raka sendiri langsung kembali ke ruangannya begitu tiba di kantor. Beberapa menit lalu Tari memang sempat masuk ruangan Raka dan meminta ponselnya kembali. Sialnya Tari tidak sempat membuat alasan yang cukup logis supaya bosnya itu tidak curiga kenapa Tari bisa ada di ruangan Raka. "Saya yakin GPS yang saya pasang sangat akurat. Kenapa kamu ke ruangannya
Usai mengecek langsung ke lokasi proyek, Raka mengajak Tari kembali ke kantor. Namun, Tari segera menolak. Tari bercerita pada Raka bahwa dia punya janji temu dengan salah seorang temannya. Sayangnya Baskara sedang melakukan penjagaan ketat pada Tari lewat sambungan GPS. Makanya dia sempat m
"Vendor mengadu ke bagian WD dua terkait keterlambatan laporan bulanan, Pak Bas. Data penjualan yang seharusnya sudah kita setor dua minggu yang lalu baru dikirim lima hari kemarin." Salah seorang penanggung jawab dari bagian manajemen pemasaran menemui Baskara ke ruangannya. Saat ini
"Berani-beraninya kamu melanggar peraturan yang saya buat!"Plak!"Ampun, Tuan, saya memang bersalah. Ampun ..., mohon ampuni saya.""Tidak ada kata ampun untukmu, Perempuan Sialan! Hari ini kamu harus membayar semua kesalahanmu!"Baskara mendorong tubuh asistennya ke kasur. Kini






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.