Teilen

Bab 127

last update Veröffentlichungsdatum: 06.02.2026 22:03:23

Adegan itu terjadi di Ruang Takhta Pribadi Ratu Clara di Istana Utara. Ruangan itu dingin, megah, dan dihiasi warna perak dan biru es, sangat berbeda dengan kehangatan Istana Utara. Clara, yang kini duduk di takhta ibunya yang telah meninggal, terlihat seperti versi pucat dan lebih tajam dari Lysandra. Rambutnya pirang pucat, matanya abu-abu seperti es, dan senyumnya tidak pernah mencapai matanya.

Astrid, ibunya dan mantan selir Raja, adalah wanita yang wajahnya masih cantik nam
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Budak Kesayangan Sang Tiran   Bab 204

    Setelah kegemparan kedatangan tak terduga Cassius, suasana pesta perlahan kembali hangat. Para tamu mulai beraktivitas lagi, obrolan mengalir, dan tawa mulai terdengar. Seraphina dan Cassius duduk berdampingan di sudut ruangan, berbicara dengan suara rendah, sesekali tertawa, sesekali menangis, mengingat memori dua puluh tahun yang hilang.Xylas dan Lysandra kembali ke posisi mereka sebagai tuan rumah, menyambut tamu-tamu yang terus berdatangan.Frederick, yang sudah kembali ke tugasnya, mengumumkan dengan suara lantang, “Hadirin sekalian, menyusul kedatangan tamu agung dari Kerajaan Timur dan Selatan!”Semua mata tertuju ke pintu masuk.Dari Kerajaan Timur, dua sosok memasuki ruangan dengan penuh wibawa. Yang pertama adalah seorang pria tua dengan jubah kebesaran berwarna emas dan merah, rambut putihnya tipis namun matanya masih tajam. Raja Aldric dari Timur—penguasa yang telah memerintah selama empat dekade, dikenal sebagai diplomat ulung dan sahabat setia Kerajaan Utara.Di samping

  • Budak Kesayangan Sang Tiran   Bab 203

    Seraphina baru saja tiba di pesta beberapa saat sebelumnya. Dia sengaja datang agak terlambat, tidak ingin merebut perhatian dari cucunya yang berulang tahun. Dengan gaun perak sederhana dan rambut putihnya yang tergerai indah, dia melangkah masuk dengan anggun. Dia tersenyum pada para tamu yang mengenalnya.Namun senyum itu langsung membeku di wajahnya.Matanya yang biru pucat, sama seperti mata milik Evangeline membelalak melihat sosok yang duduk di kursi kehormatan dekat Xylas. Sosok yang sangat familiar, sosok yang telah lama hilang, sosok yang dia kira sudah mati dua puluh tahun lalu.“K-kau?” suaranya keluar hampir tidak terdengar, bergetar hebat.Cassius menoleh. Begitu matanya bertemu dengan Seraphina, seluruh ekspresinya berubah. Dari seorang kakek yang tenang menikmati pesta cucu, menjadi seorang pria yang melihat kembali cinta sejatinya setelah dua dekade terpisah.Dia berdiri. Lalu melangkah perlahan, matanya tidak pernah lepas dari Seraphina. “Sera …”Seraphina mundur sel

  • Budak Kesayangan Sang Tiran   Bab 202

    Siang itu, ruang pesta mulai dipenuhi tamu undangan. Suasana pesta semakin meriah. Para tamu bercengkerama, anggur mengalir, dan hidangan lezat disajikan di meja-meja panjang. Evangeline, dengan gaun biru dan boneka barunya, berlarian dari satu tamu ke tamu lain, memperkenalkan ‘teman barunya’ pada semua orang.Lysandra berdiri di sisi ruangan, mengobrol dengan beberapa bangsawan wanita dari Kerajaan Selatan. Xylas, di sudut lain, sedang berbincang dengan Raja Aldric dari Timur tentang kebijakan perdagangan.Frederick dan Arion berjaga di pintu masuk, mata mereka awas memantau setiap tamu yang datang.Tiba-tiba, suasana di dekat pintu masuk berubah. Beberapa tamu berhenti berbicara, menoleh ke arah yang sama. Bisik-bisik mulai terdengar.Frederick menegang. Dia melihat seorang pria masuk. Posturnya tinggi, tegap, dengan rambut hitam dan mata abu-abu yang tajam. Pria itu mengenakan jubah hitam sederhana, tidak mencolok

  • Budak Kesayangan Sang Tiran   Bab 201

    Menjelang sore harinya, kereta megah berwarna hijau tua dengan lambang keluarga Richter berhenti tepat di depan pintu masuk utama. Dua pengawal berseragam hitam langsung turun dan membuka pintu dengan sigap.Duke Richter turun lebih dulu. Pria paruh baya itu terlihat lebih tua dari yang diingat Lysandra. Rambutnya semakin memutih di pelipis, dan ada garis-garis lelah di wajahnya. Tapi matanya masih tajam, kebiasaan seorang bangsawan yang terbiasa bermain politik.Dia mengulurkan tangan ke dalam kereta, membantu seorang wanita turun. Wanita itu, istri barunya—mungkin berusia awal tiga puluhan. Rambutnya berwarna cokelat hangat dan mata cokelat yang lembut. Gaunnya sederhana tetapi elegan, tidak berlebihan, dan sikapnya tenang, tidak seperti Giselle dan Inggrid yang dulu penuh dengan ambisi yang membara.Mereka berjalan bergandengan tangan menuju pintu masuk, diikuti oleh dua pelayan yang membawa hadiah terbungkus kain sutra.Di

  • Budak Kesayangan Sang Tiran   Bab 200

    Matahari semakin tinggi, memancarkan cahaya keemasan di atas Istana Kekaisaran Barat. Para tamu mulai berdatangan satu per satu. Kereta-kereta mewah memasuki halaman istana, diikuti oleh para pengawal dan pelayan masing-masing.Di tengah keramaian itu, sebuah kereta sederhana namun elegan berhenti di depan pintu utama. Tidak terlalu mencolok, tetapi juga tidak bisa diabaikan. Dari dalam, turun seorang gadis muda dengan gaun biru laut yang anggun, rambutnya disanggul rapi dengan hiasan mutiara kecil.Inggrid.Dia berdiri sejenak, memandangi istana megah di depannya. Matanya menunjukkan campuran antara rasa hormat, gugup, dan sedikit kerinduan. Lalu dia berbalik, dan dari dalam kereta, keluar seorang pria tinggi dengan jubah hitam, wajahnya tertutup topeng setengah yang hanya memperlihatkan rahang tegas dan mata tajam. Pria itu tidak berseragam pengawal biasa. Pakaiannya berkualitas baik, dan cara dia berdiri menunjukkan bahwa dia bukan orang

  • Budak Kesayangan Sang Tiran   Bab 199

    Matahari baru saja naik di ufuk timur, menyinari halaman istana yang sudah dihias meriah. Para pelayan masih sibuk dengan persiapan terakhir, tapi di tengah hiruk-pikuk itu, ada satu suara kecil yang mendominasi.“Ayah! Ayah! Naik kereta! Naik kereta!”Evangeline berlari kecil keluar dari pintu istana, gaun tidurnya masih melekat di tubuh mungilnya, rambutnya berantakan, tapi matanya berbinar-binar penuh semangat. Dia berlari langsung menuju Xylas yang sedang berbicara dengan Frederick tentang rute kedatangan tamu.Xylas menoleh, melihat putri kecilnya yang berlari dengan kaki mungilnya, hampir tersandung gaun tidur yang terlalu panjang. Dengan refleks cepat, dia membungkuk dan menangkap Evangeline tepat sebelum jatuh.“Evangeline! Kenapa sudah bangun? Matahari baru terbit,” tanya Xylas sambil menggendongnya.Evangeline merangkul leher ayahnya dengan erat. “Evangeline mimpi naik kereta! Kereta kuda! Yang besar! Ma

  • Budak Kesayangan Sang Tiran   Bab 18

    Kaisar mengeluarkan sebuah kunci kecil dari saku jubahnya. “Paviliun barat. Patung kuda. Kau akan pergi menemui kontak rahasiamu itu.” Lysandra terkesiap. “Tapi … Anda berkata itu mungkin jebakan.” “Memang,” jawabnya dingin. “Tapi kita perlu tahu siapa di baliknya. Apakah itu sisa-sisa pemberontak

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Budak Kesayangan Sang Tiran   Bab 11

    Esok harinya, Lysandra dipanggil ke ruang kerja Kaisar Xylas. Ruangan itu berukuran lebih kecil dibanding perpustakaan pribadinya. Kaisar tidak sendirian di sana. Seorang pria dengan jubah kelabu dan mata yang sangat waspada, berdiri di sampingnya. Dia adalah kepala mata-mata

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Budak Kesayangan Sang Tiran   Bab 17

    “Sekarang, cium aku,” ucap Kaisar pelan.Lysandra merasa seluruh darah di tubuhnya membeku. Perintah itu diucapkan Kaisar Xylas dengan suara datar, namun terdengar keras di ruang jamuan yang tiba-tiba hening. Semua mata tertuju padanya. Tatapan Duke Henrick yang penuh selidik, sorot

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Budak Kesayangan Sang Tiran   Bab 15

    Kamar Lysandra diketuk perlahan. Dua orang pelayan berdiri di depan pintu kamarnya.Lysandra tertegun melihat dua perempuan di depan pintunya. Mereka seperti bayangan cermin. Wajah yang sama persis, rambut hitam diikat rapi, mata cokelat yang tajam namun sopan.Hanya pita k

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status