Share

Bab 88

Author: Olivia Yoyet
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-12 11:15:25

88

"Dua tahun kemudian, kami ikut menyerang proyek pimpinan HKB di Melbourne. Fraser bernasib buruk, karena lawannya waktu itu adalah Bang Idris, tim lapis 1, yang merupakan mantan ketua pengawal Pramudya angkatan pertama, dan tentu saja dia lebih mahir dalam bertarung tangan kosong serta menggunakan senjata," tukas Fraser.

"Aku tidak lihat bagaimana awalnya. Yang kulihat itu Fraser sudah terkapar di sana dengan perut robek terkena pedang. Dada kanannya tertusuk belati, dan darahnya menyembur.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 92

    92Musik tradisional Sunda terdengar dari pengeras suara. Kedua penari berpose sembari mengatur napas. Edelweiss bergerak terlebih dahulu, dan Cheung Jianzhen Rui mengimbangi dengan luwes. Kala gerakan keduanya makin cepat, penonton kompak berteriak menyemangati. Kelompok penari muncul dari belakang panggung. Mereka langsung berpencar menempati posisi masing-masing sembari terus menari. Edelweiss mengubah gerakannya menjadi silat dan Cheung Jianzhen Rui segera berpindah ke dekat Zikria. Zulfi maju guna menemani saudara iparnya menari, dan memeragakan jurus silat yang sama dengan Edelweiss. Keduanya berloncatan ke sana kemari, sebelum berhenti di dekat tepi panggung dan berpose penutup. "Lagi! Lagi! Lagi!" pekik penonton."Tidak, aku sudah capek," tolak Edelweiss di sela-sela mengatur napasnya yang ngos-ngosan. "Istirahat, El. Biar kami yang teruskan," sahut Zulfi sembari menekan mikrofon yang terpasang di telinganya. "Abah hebat. Masih bisa nari lincah," puji Cheung Jianzhen Rui

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 91

    91Upacara pernikahan berlangsung penuh khidmat di vihara terbesar di Kota Taipei. Kedua pengantin melaksanakan serangkaian adat tradisional Tiongkok secara runut, dan dalam suasana khidmat.Saat penghormatan untuk kedua orang tua, Luo Kayli, sang pengantin wanita, terisak-isak. Dia sempat berhenti menghormat, karena teringat mendiang ayahnya yang telah wafat 2 tahun silam. Paman tertua Luo Kayli yang menggantikan posisi adiknya, maju dan mendekap keponakannya yang masih menangis. Cheung Jianzhen Rui membujuk istrinya untuk berhenti menangis. Dia mengusap sisa air mata di wajah Luo Kayli dengan saputangan, kemudian dia dan Luo Franklin mengarahkan Luo Kayli, untuk meneruskan ritual hingga tuntas. Puluhan menit terlewati. Rombongan kedua keluarga itu telah berpindah ke Hotel CJC terbaru. Mereka berganti pakaian terlebih dahulu di kamar masing-masing, kemudian bergegas ke ballroom, karena resepsi akan segera dimulai.Zhou Yiran yang berada di ruangan khusus pengisi acara, membantu men

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 90

    90Zhou Yiran memandangi Kota Taipei dari langit. Dia senang bisa kembali ke tempat itu. Terutama, karena kunjungannya kali itu untuk merayakan pernikahan anggota keluarga 4 klan.Kendatipun baru mengenal mereka, tetapi Zhou Yiran sangat menghormati klan Cheung dan Zheung serta Vong. Zhou Yiran turut bahagia dengan pernikahan Cheung Jianzhen Rui yang akan digelar esok malam, karena dia menganggap pria itu sebagai kakaknya. Sesampainya di bandara Taipei dan pesawat berlogo GUNZ telah berhenti sepenuhnya, Zhou Yiran membantu mengeluarkan banyak barang dari bagasi kabin. Barang-barang itu diangkat semua ajudan muda yang bergegas keluar dari pesawat.Zhou Yiran memasang gendongan dengan dibantu Dimas, lalu dia menggendong anak kedua Zhao Yìchen yang tengah terlelap. Dimas membantu membawakan tas perlengkapan bayi, kemudian dia memegangi tangan kiri Nayara Nova Zaina, dan mengajak gadis kecil itu turun.Elma menyusul sambil menggendong bayinya. Sedangkan Zhao Yichen keluar dari pesawat se

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 89

    89Hari berganti. Rombongan Indonesia telah kembali ke tanah air pada Jumat sore. Mereka beristirahat selama dua hari untuk me-recharge tenaga, guna menghadapi pekan berikutnya. Dimas dan semua petinggi PB serta PBK, tidak bisa cuti di hari Senin. Mereka harus mengebut semua pekerjaan, karena Jumat malam selanjutnya mereka hendak berangkat ke Taiwan. Zhou Yiran dan Mahesa serta semua tim penari, berlatih koreografi setiap hari di lantai 3 kediaman Wirya. Dimulai dari seusai Asar hingga malam, mereka memfokuskan tenaga dan pikiran untuk menyukseskan pertunjukan, di pesta pernikahan Cheung Jianzhen Rui dan Luo Kayli. Selain tim penari, Vanetta juga turut berlatih akrobat bersama Zalman. Mantan ajudan Wirya yang bertubuh tinggi besar itu, dipilih Deswin untuk berpasangan dengan Vanetta, disebabkan koreografinya yang sulit dan membutuhkan orang bertenaga kuat."Bang, tukar posisi. Bahuku sakit," pinta Zalman, sambil menunjuk tempat yang dimaksud."Tukar posisi, gimana? Waktunya udah me

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 88

    88"Dua tahun kemudian, kami ikut menyerang proyek pimpinan HKB di Melbourne. Fraser bernasib buruk, karena lawannya waktu itu adalah Bang Idris, tim lapis 1, yang merupakan mantan ketua pengawal Pramudya angkatan pertama, dan tentu saja dia lebih mahir dalam bertarung tangan kosong serta menggunakan senjata," tukas Fraser."Aku tidak lihat bagaimana awalnya. Yang kulihat itu Fraser sudah terkapar di sana dengan perut robek terkena pedang. Dada kanannya tertusuk belati, dan darahnya menyembur. Aku panik dan langsung menggendong Fraser. Lalu, Dedi mengarahkanku ke tempat medis tim PBK." "Aku sempat ragu-ragu, karena itu tempat musuh. Tapi tidak ada pilihan lain dan aku segera membawa Fraser ke sana. Dia ditangani Dokter Benigno, Mathilda, dan 2 perawat asli. Pak Bryan membantu juga. Padahal waktu itu kakinya tengah bengkak akibat dislokasi." "Dokter Benigno bekerja cepat untuk menghentikan pendarahan. Lalu, Kakanda Hansel masuk dan membantu mengoperasi Fraser. Perang dihentikan, dan

  • Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta    Bab 87

    87Malam terakhir diklat, diadakan sesi sharing. Semua anggota kelompok peserta dipecah ke grup lain yang berisikan 8 orang. Terdiri dari 5 peserta dan 3 mentor. Seluruh pelatih dan pengajar mengambil undian di mangkuk kaca, guna mengetahui mereka menempati grup mana. Hal serupa juga dilakukan Aruna, Zhou Yiran, Jade, dan semua bodyguard lady yang ada di sana. Para perempuan itu akan bergabung di grup khusus wanita juga, dan bebas hendak membahas apa pun. Zhou Yiran mendapat nomor regu 3. Dia mendatangi seorang perempuan berseragam peserta yang tengah memegangi papan putih bulat kecil, bertuliskan angka 3. Zhou Yiran berkenalan dengan kelima peserta itu. Dia duduk bersila di antara mereka, sambil menunggu mentor lainnya datang. Zhou Yiran mengulaskan senyuman ketika melihat Deswin dan Frey tengah menyambangi, lalu keduanya bersalaman dengan keenam perempuan tersebut. "Sudah kenalan dengan Nona muda Zhou?" tanya Frey."Yes," jawab kelima peserta."Okay, kita mulai sesi sharingnya,"

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status